MERCUSUARNEWS.CO – Suasana haru mewarnai penyerahan Demerina Uwamang kepada pihak keluarga di Timika. Demerina, salah satu korban penculikan dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, akhirnya diizinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari di RS Bhayangkara Mimika.
Penyerahan dilakukan secara resmi oleh Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, mewakili Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Selain mengembalikan korban dalam kondisi fisik yang stabil, kepolisian turut memberikan bantuan kebutuhan pokok untuk menunjang proses pemulihan Demerina di rumah.
Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang diculik kelompok bersenjata sejak 17 Agustus 2026 di Distrik Jila. Keberadaan mereka baru terdeteksi oleh masyarakat pada 9 September 2026 di wilayah Bela 2. Dari sembilan korban tersebut, satu warga bernama Yosina Tsenawatme ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dimakamkan secara adat.
Demerina berhasil diselamatkan, sementara tujuh warga lainnya hingga kini masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
Proses penjemputan Demerina dari lokasi penemuan dipenuhi tantangan berat. Faktor cuaca buruk, medan geografis yang ekstrem, serta risiko keamanan sempat menunda evakuasi selama empat hari. Demi mengutamakan keselamatan korban dan tim penolong, penjemputan baru berhasil dilaksanakan pada 14 September 2026 dari wilayah Bela 1, Distrik Alama, menggunakan Helikopter Polri P-3002.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa pemulihan korban dilakukan secara bertahap dan terukur. Setelah kondisi fisik korban dipastikan stabil oleh tim medis RS Bhayangkara, penanganan dilanjutkan ke tahap pemulihan mental.
”Rencana ke depan, Satgas Operasi Damai Cartenz tetap memantau perkembangan kesehatan psikologis korban dengan menurunkan tim trauma healing dari Satgas Banops untuk memastikan trauma yang dialami berangsur pulih,” ujar Faizal dikutip dari laman humas.polri.go.id, Selasa (29/9/2026).
Apresiasi mendalam disampaikan perwakilan keluarga sekaligus tokoh pemuda setempat, Ely Dolame. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras jajaran kepolisian dan masyarakat yang terlibat sejak pencarian, penjemputan, hingga perawatan medis.
”Bagi kami, kembalinya Demerina merupakan anugerah dan kebahagiaan besar. Kami sangat berharap anggota keluarga yang lain juga bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap Ely.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menegaskan bahwa kepolisian kini memfokuskan personel untuk menelusuri keberadaan tujuh korban lainnya di sekitar wilayah Jila, Bela, Alama, dan Keselama.
Keterangan awal dari Demerina akan digunakan secara hati-hati untuk memetakan keberadaan para korban tersisa, dengan tetap memperhatikan kesiapan psikologis yang bersangkutan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi unverified, serta aktif memberikan informasi terpercaya guna mendukung operasi penyelamatan selanjutnya.
