MERCUSUARNEWS.CO – Di tengah kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah, warga Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, menggelar salat istisqa, Senin (5/10/2026).
Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di Lapangan Tembak Letda Mahlani, Desa Kebutuhjurang. Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali turut hadir dan menjadi imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat istisqa bersama masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar warga untuk menghadapi kemarau yang telah berdampak pada ketersediaan air. Selain berdoa agar hujan segera turun, salat istisqa juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan ketakwaan.
Wabup Ajak Warga Jadikan Salat Istisqa sebagai Ikhtiar Bersama
Wakhid Jumali mengatakan salat istisqa bukan sekadar ibadah untuk memohon turunnya hujan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar kita bersama. Selain berdoa memohon hujan, ini juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Wakhid.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama warga dapat segera dikabulkan sehingga hujan turun dan kondisi kekeringan di Banjarnegara berangsur teratasi.
“Semoga hujan segera turun, hujan dengan penuh berkah untuk masyarakat Banjarnegara,” katanya.
Menurut Wakhid, persoalan ketersediaan air selama musim kemarau tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran masyarakat juga dibutuhkan, terutama dalam menjaga sumber air dan menggunakan air secara bijak.
60 Desa di Banjarnegara Dilanda Kekeringan
Wakhid menyebut dampak kekeringan saat ini dirasakan di sejumlah wilayah Banjarnegara. Tercatat ada 60 desa yang tersebar di 15 kecamatan mengalami kondisi kekeringan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Penggunaan air secara hemat dinilai penting selama curah hujan belum kembali normal.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga sumber air yang ada. Gunakan air secara bijak dan bersama-sama menjaga lingkungan agar ketersediaan air tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kemarau juga perlu diantisipasi secara bersama. Masyarakat tidak hanya menunggu turunnya hujan, tetapi juga perlu menjaga lingkungan dan memperkuat solidaritas untuk menghadapi dampak kekeringan.
Warga Kebutuhjurang Sudah Lima Bulan Mengalami Kekeringan
Kekeringan juga dirasakan warga Desa Kebutuhjurang. Noto Waluyo, salah seorang warga setempat, mengatakan wilayahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar lima bulan.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui BPBD dilakukan secara rutin.
“Kalau bantuan dropping dari pemerintah dua kali dalam seminggu. Selain itu, ada dropping dari relawan yang dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Noto.
Ia menjelaskan, sebenarnya masih terdapat sumber mata air di kawasan hutan sekitar desa. Namun, debit air yang keluar sangat kecil sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Akibatnya, warga tetap bergantung pada distribusi air bersih, baik dari pemerintah maupun para relawan.
Salat Istisqa Jadi Momentum Perkuat Kepedulian
Pelaksanaan salat istisqa di Kebutuhjurang berlangsung khidmat. Warga bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kekeringan yang telah berlangsung berbulan-bulan dapat berakhir.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ketersediaan air yang semakin terbatas selama musim kemarau membuat pengelolaan sumber air menjadi semakin penting.
Pemerintah daerah mendorong kerja sama antara pemerintah, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat untuk menghadapi dampak kekeringan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
