Bakal Gandeng Kampus dan Adopsi Teknologi Dunia, Prabowo Rancang Kurikulum Khusus Rehabilitasi Narkoba Remaja

Burhanuddin
2 Min Read
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.(Foto: BPMI Setpres)

​MERCUSUARNEWS.CO – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk merumuskan model pendidikan dan rehabilitasi berbasis teknologi bagi pengguna narkoba, khususnya kalangan remaja dan anak muda. Langkah ini diambil agar para korban tidak hanya pulih secara medis dan psikologis, tetapi juga kembali memiliki keterampilan untuk hidup produktif.

​Arahan strategis tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta.

​Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa Kepala Negara menaruh perhatian besar terhadap kemudahan akses narkoba yang makin mengancam generasi muda. Pemerintah berkomitmen menghadirkan solusi mendasar melalui pembenahan sistem rehabilitasi yang dipadukan dengan kurikulum pendidikan.

​”Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum dan pendidikan yang ada bisa betul-betul mengubah kehidupan para pengguna narkoba,” ujar Brian seusai rapat, dikutip dari laman setneg.go.id, Kamis, (1/10/2026).

​Guna menyusun konsep tersebut, pemerintah akan memformulasi berbagai praktik baik yang telah dikembangkan perguruan tinggi dalam negeri. Pengalaman lapangan serta riset dari para dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan peneliti Universitas Indonesia yang melibatkan fakultas kedokteran serta psikologi bakal dijadikan rujukan utama.

​Tak hanya mengandalkan potensi domestik, Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar jajarannya mengadopsi rekam jejak keberhasilan dari negara lain, terutama yang memanfaatkan kemajuan teknologi modern dalam proses pemulihan dan edukasi pecandu.

​”Bapak Presiden memberikan petunjuk untuk melihat best practice di beberapa negara lain. Model pendidikan dan rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi sudah terbukti berjalan, sehingga nantinya permasalahan ini bisa diselesaikan secara tuntas,” tutur Brian.

​Skema integrasi pendidikan dan rehabilitasi berbasis teknologi ini diharapkan mampu memutus rantai ketergantungan narkoba pada usia produktif sekaligus menyiapkan mereka kembali menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

Share This Article