Peringati Hari Radio Nasional, Dinkominfo Purbalingga Telusuri Sejarah Radio Daerah Lewat Program “Jejak Suara”

Soleh Ismail
2 Min Read
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga, R. Budi Setiawan, S.E., M.Si., bersama kru LPPL Radio Gema Soedirman melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman para tokoh perintis siaran radio pemerintah daerah.(Foto: Dinkominfo Purbalingga)

​MERCUSUARNEWS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Radio Nasional ke-81, LPPL Radio Gema Soedirman (RGS) Purbalingga menghadirkan siaran dialog interaktif “Dinkominfo Menyapa” dengan tema khusus “Jejak Suara”.

Program ini digelar sebagai upaya menelusuri kembali sejarah awal mula mengudaranya radio milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga sekaligus menggali rekam jejak para penyiar senior.

​Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga, R. Budi Setiawan, S.E., M.Si., bersama kru LPPL Radio Gema Soedirman melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman para tokoh perintis siaran radio pemerintah daerah.

​Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Sukadi di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari. Sukadi merupakan salah satu penyiar Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Purbalingga yang aktif mengudara pada tahun 1974 hingga 1978 dengan nama udara “Heri”.

Setelah mengabdi di dunia penyiaran, Sukadi melanjutkan pendidikannya di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan mengemban tugas di Kabupaten Banjarnegara hingga memasuki masa purna tugas pada tahun 1983.

​Rangkaian silaturahmi dilanjutkan ke kediaman Endang Murdyaningsih (75), penyiar senior yang dikenal pendengar dengan nama udara “Ning Sapardi”. Endang mulai mengudara sejak tahun 1973, pada masa awal radio Pemkab Purbalingga masih bernama SAPURBA (Suara Angkasa Perwira Purbalingga).

​Dalam perjumpaan hangat tersebut, Endang mengenang dinamika penyiaran di masa perintisan. Menurutnya, radio di masa itu bukan sekadar media penyampai informasi, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Purbalingga.

​Ia pun berharap, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keberagaman platform komunikasi saat ini, radio pemerintah daerah yang kini bertransformasi menjadi LPPL Radio Gema Soedirman dapat terus mengudara, menjaga eksistensinya, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

​Program “Jejak Suara” tak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga sarana menghubungkan nilai-nilai sejarah dan para pelaku penyiaran masa lalu dengan generasi pengelola radio saat ini.

Semangat perjuangan tersebut kini diteruskan LPPL Radio Gema Soedirman melalui frekuensi 96,3 FM, siaran streaming, serta berbagai saluran digital.

​Melalui momentum ini, LPPL Radio Gema Soedirman meneguhkan komitmennya untuk merawat sejarah sekaligus terus hadir sebagai ruang informasi, edukasi, hiburan, dan kolaborasi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Purbalingga.

Share This Article