MERCUSUARNEWS.CO – Perjuangan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jawa Tengah untuk mendapatkan kesetaraan status dan hak profesi mendapat dukungan dari Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.
Nawal menilai guru PAUD memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak. Mereka tidak hanya mendampingi proses belajar, tetapi juga ikut membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai akhlak sejak usia dini.
Dukungan tersebut disampaikan Nawal saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026).
“Saya sebagai Bunda PAUD Jawa Tengah mendukung penuh perjuangan guru-guru PAUD di Jawa Tengah ini, untuk bagaimana memperjuangkan kesetaraan yang ada tentang Undang-Undang Sisdiknas,” kata Nawal.
Kesetaraan Guru PAUD Dinilai Penting
Menurut Nawal, isu kesetaraan guru PAUD berkaitan dengan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Karena itu, ia mengajak masyarakat di Jawa Tengah ikut mengawal perjuangan tersebut. Dukungan publik dinilai penting agar guru PAUD mendapatkan pengakuan dan kesempatan yang lebih setara dalam sistem pendidikan nasional.
“Saya mengajak semua lini daripada masyarakat di Jawa Tengah ini untuk terus menggaungkan dan ikut serta dalam mendampingi bagaimana perjuangan guru-guru PAUD ini untuk memperoleh kesetaraan,” tegasnya.
Nawal menilai kesetaraan bukan hanya menyangkut status. Hal itu juga berkaitan dengan akses guru PAUD terhadap pengembangan kompetensi dan peluang karier.
Dorong Akses PPG hingga Peluang PNS dan PPPK
Salah satu bentuk kesetaraan yang diharapkan adalah terbukanya akses terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Selain itu, guru PAUD juga diharapkan memiliki peluang yang lebih luas untuk memperoleh status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Nawal, kesempatan tersebut sejalan dengan besarnya kontribusi guru PAUD dalam menyiapkan generasi sejak usia dini.
“Kalau kita melihat bagaimana dedikasi dan perjuangan pendidik-pendidik PAUD ini, beliau bukan hanya garda terdepan untuk anak-anak kita memiliki fondasi karakter, akhlak karimah, dan bagaimana dia mencapai cita-citanya,” tuturnya.
Ia menambahkan, peran guru PAUD tidak dapat dipandang sebatas mengajar di ruang kelas. Mereka turut membangun dasar karakter anak yang akan menjadi bekal untuk mengikuti pendidikan pada jenjang selanjutnya.
Pemprov Jateng Perkuat Perhatian untuk Pendidikan Anak Usia Dini
Nawal mengatakan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini juga menjadi bagian dari visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui semangat “Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah.”
Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini.
Perhatian tersebut juga diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pendidik melalui berbagai program, termasuk beasiswa dan pelatihan.
Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perjuangan untuk memberikan kesetaraan status dan hak bagi guru PAUD.
HUT ke-21 Himpaudi Jadi Momentum Perkuat Dedikasi
Peringatan HUT ke-21 Himpaudi Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi seremoni organisasi. Momentum tersebut juga menjadi penguat semangat para pendidik untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak.
Nawal berharap perjuangan guru PAUD untuk memperoleh kesetaraan dapat menemukan jalan keluar melalui dukungan berbagai pihak.
“Semoga di usia 21 tahun ini, Himpaudi semakin memberikan dedikasi untuk pendidikan anak-anak usia dini di Jawa Tengah. Dan mudah-mudahan apa yang menjadi perjuangan akan menemukan hasil jalan terangnya,” tandas Nawal.
Bagi Nawal, penguatan pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang. Fondasi yang dibangun guru PAUD sejak awal akan turut menentukan perkembangan karakter dan kualitas generasi Jawa Tengah pada masa mendatang.
