Pemprov Jateng Kirim Bantuan dan Relawan Terlatih ke NTT

Tahmid Musyafa
7 Min Read
Jateng kirimkan relawan dan bantuan untuk korban gempa NTT. (dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG – Jawa Tengah bergerak cepat membantu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Sebanyak 16 personel gabungan bersama ribuan paket bantuan diberangkatkan dari Semarang untuk mendukung penanganan masa darurat hingga pendistribusian logistik ke sejumlah wilayah terdampak.

Kepedulian Jawa Tengah terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur diwujudkan melalui pengiriman bantuan kemanusiaan dan relawan ke wilayah terdampak gempa dengan memberangkatkan 16 personel gabungan beserta ribuan paket logistik dari Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, misi kemanusiaan tersebut bukan sekadar mengirim bantuan. Ia meminta seluruh personel memastikan setiap bantuan benar-benar diterima masyarakat yang paling membutuhkan.

Luthfi juga menginstruksikan tim untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT begitu tiba di lokasi. Langkah tersebut penting agar distribusi logistik dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga yang terus berubah pascabencana.

“Begitu nanti sampai di sana langsung ke gubernur, Bung Melki. Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran,” kata Luthfi saat melepas keberangkatan tim.

Jawa Tengah Kirim Ribuan Paket Bantuan ke NTT

Bantuan yang dikirim Jateng mencakup berbagai kebutuhan dasar untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat. Untuk kebutuhan pangan, sedikitnya 3.795 paket diberangkatkan. Bantuan tersebut terdiri atas beras sebanyak empat ton, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, hingga obat-obatan.

Selain pangan, pemerintah juga mengirim 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga. Isinya meliputi matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi dan dewasa, serta berbagai perlengkapan keluarga.

Dukungan untuk kebutuhan tempat tinggal dan perlengkapan pendukung juga cukup besar. Sebanyak 6.587 paket kebutuhan papan dikirim, antara lain berupa terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, dan perlengkapan mandi.

Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah Pemprov Jateng, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, hingga sejumlah BUMD Jawa Tengah.

16 Relawan Gabungan Diterjunkan untuk Misi Kemanusiaan

Sebanyak 16 personel yang diberangkatkan berasal dari sejumlah lembaga. Mereka terdiri atas personel BPBD Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.

Tim tersebut dibagi ke dalam tiga fungsi utama, yakni Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan. Selain membantu penanganan kondisi darurat, para personel juga bertugas mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan seluruh personel telah disiapkan untuk menjalankan misi kemanusiaan dengan memperhatikan kebutuhan di lapangan.

Relawan Tempuh Jalur Darat dan Laut Menuju Ende

Misi kemanusiaan dari Jawa Tengah menuju NTT bukan perjalanan singkat. Rombongan membawa 10 kendaraan, terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor. Rute yang ditempuh meliputi Semarang, Tanjung Perak, Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, hingga Ende.

Perjalanan tersebut akan dilakukan melalui jalur darat dan laut dengan sejumlah penyeberangan. Posko lapangan di Kabupaten Ende menjadi tujuan utama tim. Dari Ende, relawan Jawa Tengah juga akan membantu pendistribusian logistik ke sejumlah wilayah lain, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.

Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan para relawan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan selama menjalankan tugas. Misi kemanusiaan harus dilakukan secara terukur. Kecepatan pengiriman bantuan tetap harus diimbangi dengan keselamatan personel dan keamanan logistik.

“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Kirimkan bantuan untuk korban gempa NTT
Gubernur Jateng saat melepas kendaraan BPBD yang membawa bantuan untuk korban gempa di NTT. (dok. Pemprov Jateng)

Bantuan Jateng untuk NTT Disiapkan Bertahap

Pemprov Jateng memastikan bantuan ke NTT tidak berhenti pada pengiriman tahap pertama. Luthfi mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan skema bantuan lanjutan dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Pak Wagub dan Pak Sekda koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.

Skema bertahap tersebut memungkinkan bantuan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Dengan demikian, dukungan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada jumlah bantuan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Relawan Jateng Bawa Pesan Solidaritas untuk Warga NTT

Misi kemanusiaan tersebut juga membawa pesan solidaritas dari masyarakat Jawa Tengah untuk warga NTT. Relawan Tagana Dinas Sosial, Agus Budianto, menyampaikan bahwa keberangkatan tim merupakan bentuk kepedulian dan dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” ujarnya.

Sementara itu, relawan BPBD Jateng Aditya Rama Githananda mengaku bersyukur dapat kembali terlibat dalam misi kemanusiaan. Sebelumnya, ia pernah ditugaskan membantu penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera pada November 2025.

Adit mengatakan perjalanan menuju NTT membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui jalur darat dan laut.

“Perjalanan darat akan kami tempuh selama tiga hari, kemudian jalur laut perjalanan bisa satu atau dua hari dengan tiga kali penyeberangan. Semoga perjalanan kami diberikan keselamatan dan kelancaran. Mohon doanya,” katanya.

Ahmad Luthfi Sampaikan Duka untuk Korban Gempa NTT

Di tengah pengiriman bantuan, Ahmad Luthfi juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat NTT yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Ia berharap bantuan dan kehadiran relawan dari Jawa Tengah dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat penanganan darurat di daerah terdampak.

“Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita atas meninggalnya saudara-saudara kita di wilayah NTT,” kata Luthfi.

Pengiriman bantuan ini menjadi bentuk nyata solidaritas antardaerah. Jawa Tengah tidak hanya mengirim logistik, tetapi juga personel yang siap bekerja bersama pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak secara tepat, aman, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Share This Article