Kantor Gubernur Disulap Jadi Pasar Dadakan UMKM, 100 Tenant Ramaikan Pameran

Adam Malik
4 Min Read
Halaman kantor gubernur disulap menjadi bazar UMKM dan produk lokal. (dok. Pemprov)

MERCUSUARNEWS.COM – Halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah berubah menjadi pusat perdagangan produk lokal. Lebih dari 100 tenant UMKM dari berbagai daerah hadir dalam pameran UMKM Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah pada 20–22 Agustus 2026.

Tak hanya dari Jawa Tengah, pameran ini juga menghadirkan produk UMKM dari Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, hingga Lampung. Pengunjung dapat menemukan beragam produk, mulai dari kuliner, fesyen, makanan dan minuman, kerajinan, hingga produk kreatif.

Pameran UMKM Jadi Ruang Perluasan Pasar

Pameran tersebut tidak sekadar menjadi tempat promosi dan transaksi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, sekaligus membuka peluang pasar baru.

Selain tenant UMKM, area pameran juga diisi produk dan program dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng, BUMD, BUMN, swasta, lembaga lainnya, serta sejumlah provinsi mitra Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan UMKM merupakan salah satu kekuatan utama ekonomi daerah. Saat ini, jumlah UMKM di Jawa Tengah hampir mencapai 4,8 juta unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

“Dukungan kepada UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari permodalan, pemasaran sampai penguatan kemasan produk,” kata Luthfi saat meninjau pameran, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pemerintah ingin UMKM tidak berhenti pada skala usaha kecil. Pembinaan diarahkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan naik kelas.

Hampir 200 Ribu UMKM Sudah Mendapat Pembinaan

Upaya penguatan UMKM terus dilakukan Pemprov Jateng. Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat 199.781 UMKM telah mendapatkan pembinaan hingga Triwulan I 2026. Jumlah tersebut meningkat 1.001 UMKM dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

UMKM binaan tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Sekitar 1,38 juta tenaga kerja tercatat terserap melalui UMKM yang mendapatkan pembinaan.

Angka itu menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Hari Jadi Jateng Diisi Beragam Kegiatan

Pameran UMKM menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah yang mengusung tema “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji”.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan perayaan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga untuk melibatkan masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi.

Selain pameran UMKM pada 20–22 Agustus, Pemprov Jateng menggelar job fair pada 20–21 Agustus di Kantor Disnakertrans Jawa Tengah.

Selanjutnya, Fun Run 8,1K digelar di kawasan PRPP pada 22 Agustus. Pada hari yang sama, masyarakat juga dapat menikmati konser band lokal dan KLa Project. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Jateng Bersholawat di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pengunjung Bisa Berburu Produk Khas Berbagai Daerah

Pameran UMKM menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal produk unggulan berbagai daerah tanpa harus berkunjung langsung ke daerah asalnya. Salah seorang pengunjung, Safina Tunajati, mengaku tertarik datang karena dapat menemukan beragam produk UMKM dalam satu lokasi.

Produk kuliner menjadi salah satu daya tarik utama. Selain mencicipi makanan khas, pengunjung juga dapat bernostalgia dengan cita rasa daerah.

“Menarik sekali, bisa merasakan dan menikmati produk-produk dari berbagai daerah. Sekalian mau nostalgia dengan makanan-makanan daerah,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semoga Jawa Tengah terus maju di berbagai bidang, sehingga kemakmuran masyarakat juga meningkat,” katanya.

Pameran tersebut memperlihatkan bahwa geliat ekonomi Jawa Tengah tidak hanya bertumpu pada industri besar. Dari halaman Kantor Gubernur, pelaku UMKM dari desa hingga kota menunjukkan bahwa usaha masyarakat memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperluas pasar produk lokal.

Share This Article