Sasar Mimbar Agama hingga Board Game Sekolah, KPK Pacu ‘Multiplying Effect’ Antikorupsi di Lampung

Hanna Surya P
3 Min Read
KPK memperluas penetrasi budaya integritas di Provinsi Lampung melalui pendekatan lintas sektor yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.(Foto: kpk.go.id)

​MERCUSUARNEWS.CO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penetrasi budaya integritas di Provinsi Lampung melalui pendekatan lintas sektor yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 29 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut dirancang untuk memastikan pencegahan korupsi tidak berhenti pada wacana seremonial, melainkan menjadi gerakan sosial yang berakar dalam keseharian warga.

​Infiltrasi Nilai Integritas ke Kampus dan Ruang Khutbah

​Rangkaian gerakan antikorupsi dibuka di Universitas Lampung (Unila) pada Selasa (29/9/2026) melalui program edukasi bagi mahasiswa. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK, Kunto Ariawan, membeberkan bahwa pendidikan antikorupsi kini telah menjangkau mayoritas perguruan tinggi di tanah air.

​”Sebanyak 3.496 dari 3.939 perguruan tinggi di Indonesia telah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi sebagai mata kuliah sisipan dalam kurikulumnya. Dan 1.963 di antaranya telah memiliki mata kuliah mandiri yang secara khusus memuat topik antikorupsi dan integritas,” ujar Kunto dikutip dari laman kpk.go.id, Minggu (4/10/2026).

​Menurutnya, pemahaman teori tersebut harus diimbangi dengan penerapan nilai kejujuran dalam tindakan nyata. Tak berhenti di lingkungan akademis, KPK menyasar ruang keagamaan dengan menggelar Lokakarya Penulisan Materi Keagamaan Antikorupsi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Rabu (30/9/2026).

Sebanyak 20 tokoh agama, pendakwah, dan penyuluh didorong menyusun materi dakwah yang memuat pesan integritas secara sistematis dan relevan bagi masyarakat.

​Sinergi Pemda, Pengusaha Muda, dan Komunitas Lokal

​Upaya pencegahan korupsi di Lampung turut menargetkan penguatan tata kelola pemerintahan serta iklim usaha. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro pada Kamis (1/10/2026), KPK menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi bersama jajaran Pemkot Metro, DPRD, Forkopimda, serta pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung.

​Di sisi lain, ruang partisipasi publik diperkuat melalui Temu Komunitas yang menghadirkan 30 perwakilan dari organisasi masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi nonpemerintah (NGO). Forum ini menjadi wadah dialog terbuka untuk memperkokoh peran pengawasan independen masyarakat.

​Papan Permainan di Sekolah dan Harapan Efek Berantai

​Guna menjamin keberlanjutan gerakan, KPK menyasar generasi muda melalui Monitoring Aksi Integritas alumni Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS). Selain edukasi di kampus, KPK melangsungkan sosialisasi permainan papan (board game) antikorupsi di SMAN 14 Bandar Lampung, Jumat (2/10/2026). Medium interaktif ini dipilih agar edukasi kejujuran terasa dekat dan menyenangkan bagi para pelajar.

​Kunto Ariawan menegaskan, seluruh rangkaian edukasi dan kolaborasi di Lampung ini dirancang untuk memicu penyebaran nilai secara meluas.

​”Kami harapkan ada multiplying effect. Dari satu kegiatan ini akan nanti diturunkan kepada lebih banyak masyarakat, sehingga masyarakat selalu ingat terhadap apa yang tidak boleh dilakukan dan sesuatu yang dilarang,” pungkas Kunto.

Share This Article