MERCUSUARNEWS.CO – Tim Densus 88 Antiteror Polri membongkar aktivitas pelatihan militansi terorisme, mulai dari olah fisik hingga latihan menembak. Pengungkapan ini berujung pada penangkapan serentak terhadap 11 tersangka di enam provinsi berbeda.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana mengonfirmasi bahwa para tersangka diduga kuat memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah serta kelompok terorisme lainnya. Operasi penindakan digelar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.
Adapun 11 tersangka yang berhasil diamankan berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42).
Dalam proses pendalaman, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa sebagian tersangka aktif mengikuti serangkaian persiapan fisik dan taktis untuk mendukung aksi teror.
”Dalam kegiatan penyidikan juga ditemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan pada sebagian tersangka. Dari latihan fisik, menembak, serta kegiatan pelatihan lainnya yang terkait dengan aktivitas militansi terorisme,” ujar Mayndra dikutip dari laman humas.polri.go.id, Selasa (6/10/2026).
Pascapenangkapan, Densus 88 bergerak melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, serta pemeriksaan saksi maupun tersangka sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Penyidik masih mendalami seluruh temuan di lapangan guna mengusut tuntas keterlibatan para tersangka dengan jejaring terorisme lainnya.
