MERCUSUARNEWS.CO – Pelarian FP, buronan daftar pencarian orang (DPO) kasus perjudian online internasional bernilai fantastis, resmi berakhir. Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil menangkap dan memulangkan tersangka dari Thailand usai melacak jejak pelariannya lintas negara.
Tersangka FP merupakan figur kunci dalam jaringan perjudian online yang mengoperasikan tiga situs besar, yakni Empire88, 1XBET, dan AJ8KEREN. Ketiga platform tersebut menyediakan layanan judi slot, kasino, hingga taruhan olahraga dengan perputaran uang mencapai sekitar Rp1 triliun dalam rentang waktu Januari hingga April 2026.
Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Setyo Koes Heriyanto, menyatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan buah dari sinergi ketat kepolisian antarnegara.
“Pada malam hari ini kami dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, bersama dengan SET NCB Interpol dan tentunya dibantu oleh Imigrasi, melakukan penangkapan terhadap tersangka FP,” ujar Setyo di Jakarta dikutip dari laman humas.polri.go.id, Selasa (29/9/2026).
Jejak Pelarian Lintas Negara
Penetapan FP sebagai DPO dilakukan penyidik pada 29 Juli 2026, menyusul penangkapan lima tersangka awal pada 13 dan 21 Juli 2026. Dari hasil periksaan lima tersangka tersebut, terungkap skema penyediaan badan usaha (PT) dan rekening bank penampung yang digunakan untuk menyalurkan transaksi judi online.
Saat akan ditangkap, FP diketahui telah melarikan diri ke luar negeri. Perburuan intensif dilakukan hingga pada 10 September 2026, Dittipidsiber Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Atase Kepolisian RI di Singapura. Hasil pelacakan menunjukkan FP telah bergeser meninggalkan Singapura menuju Thailand.
Koordinasi cepat langsung dilakukan bersama Divhubinter Polri, Kepolisian Thailand, dan Imigrasi Thailand. Hasilnya, pada 22 September 2026 sekitar pukul 17.30 waktu Thailand, tersangka FP berhasil diamankan.
“Tersangka melarikan diri ke luar negeri dan dengan kerja sama kami dengan pihak Thailand, kami dapat menangkap yang bersangkutan dan membawa kembali ke Indonesia,” tegas Setyo.
Saat ini FP telah tiba di Indonesia dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri untuk mendalami peran spesifiknya serta memetakan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut. Pihak Bareskrim Polri dijadwalkan akan menggelar konferensi pers resmi dalam waktu dekat untuk membeberkan secara rinci peran dan konstruksi perkara yang melibatkan tersangka.
