MERCUSUARNEWS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Pusat Penelitian, Data, dan Informasi (Puslitdatin) memperketat pengawasan keamanan siber di lingkungan instansinya. Seluruh pegawai BNN diimbau keras untuk tidak memasukkan data rahasia, dokumen internal, maupun kredensial kedinasan ke dalam layanan Kecerdasan Artifisial (AI) publik.
Penekanan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sosialisasi Security Awareness 2026″ bertajuk “Bersama Membangun Budaya Aman, Cerdas, dan Bertanggung Jawab dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi” yang diikuti sebanyak 408 personel BNN secara virtual.
Narasumber dari Lawang Sewu Teknologi, Achmad Aris Setiawan, menegaskan bahwa kewaspadaan pegawai dalam memilah penggunaan teknologi—termasuk platform AI dan koneksi kerja jarak jauh (remote work)—merupakan benteng utama pertahanan siber institusi.
”Pegawai diimbau untuk menggunakan koneksi yang aman, menjaga perangkat tetap diperbarui, serta tidak memasukkan data rahasia, informasi sensitif, dokumen internal, maupun kredensial ke layanan AI publik,” ujar Achmad Aris dalam paparannya dikutip dari laman bnn.go.id, Jumat (2/10/2026).
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kerahasiaan akun, tidak mengunduh aplikasi tanpa persetujuan tim IT, serta segera melaporkan potensi ancaman siber kepada pihak berwenang.
Sementara itu, pakar teknologi Ricco Armando menyoroti pentingnya penerapan prinsip Pelindungan Data Pribadi (PDP) dalam tugas harian. Menurutnya, kebocoran data tidak hanya merugikan secara individu, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap layanan negara.
”Penerapan prinsip pelindungan data pribadi perlu dilakukan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pengelolaan dokumen, penggunaan aplikasi, hingga komunikasi kerja,” tutur Ricco.
Ia menggarisbawahi bahwa personel BNN harus memahami pembagian peran dan kewenangan pemrosesan data agar akses informasi hanya diberikan sesuai dengan porsi kebutuhan tugas masing-masing.
Acara yang dipandu oleh Harvilidi Fitriani dari Puslitdatin BNN ini diharapkan dapat mendorong seluruh elemen di BNN untuk membangun budaya digital yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab demi melindungi kerahasiaan informasi negara.
