Semifinal MKTIQ MTQ Nasional 2026 Angkat Ecotheology, 12 Peserta Adu Gagasan Lingkungan

M Salman
3 Min Read
12 peserta dari delapan provinsi bersaing di semifinal MKTIQ MTQ Nasional 2026 dengan tema Ecotheology. Peserta ditantang menggali gagasan lingkungan dari perspektif Al-Qur’an. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Sebanyak 12 peserta dari delapan provinsi beradu gagasan pada babak semifinal Majelis Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ) MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah. Mereka ditantang mengembangkan pemikiran tentang persoalan lingkungan melalui perspektif Al-Qur’an.

Babak semifinal digelar di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026), dengan mengangkat tema “Ecotheology”.

Tema tersebut meminta peserta menghubungkan persoalan ekologis dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

12 Peserta dari Delapan Provinsi Bersaing di Semifinal

Penanggung jawab Majelis KTIQ, Rondiyah, mengatakan 12 peserta yang lolos semifinal terdiri atas enam putra dan enam putri.

Mereka merupakan perwakilan dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

“Adapun tema yang diambil Ecotheology, yang mengangkat keterkaitan Al-Qur’an dengan lingkungan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat,” kata Rondiyah.

Berbeda dengan babak penyisihan, peserta semifinal mendapat waktu delapan jam untuk menyusun karya. Sebelumnya, pada babak penyisihan peserta diberikan waktu sembilan jam.

Setelah perlombaan selesai, proses penjurian dijadwalkan berlangsung Kamis (17/9/2026), sedangkan babak final digelar Jumat (18/9/2026).

Kafilah Aceh: Tantangan Utama Menentukan Persoalan Lingkungan

Kafilah Aceh, Fathassururi, menilai tema ecotheology menarik karena berdekatan dengan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia.

Menurutnya, tantangan terbesar justru menentukan persoalan ekologis yang paling relevan untuk diangkat menjadi sebuah gagasan.

“Saya pribadi tantangannya itu menentukan permasalahan yang harus kita selesaikan saat ini. Karena dengan begitu banyak kasus yang ada, gagasan seperti apa yang harus saya berikan,” ujarnya.

Fathassururi menjadi satu-satunya wakil Aceh pada babak semifinal. Ia juga menyebut pencapaian tersebut sebagai pengalaman penting karena menjadi kali pertama kafilah Aceh berhasil menembus semifinal.

“Saya sangat bersyukur, dan insyaallah semoga nanti memperoleh hasil terbaik,” katanya.

Peserta Banten Sebut Ecotheology Sesuai Bidang Studinya

Kafilah Banten, Silvani Rizki Amalia, juga menyambut positif tema yang diberikan panitia.

Silvani mengaku memiliki waktu persiapan terbatas karena tengah menyelesaikan studi doktoral. Namun, tema ecotheology justru relevan dengan bidang yang selama ini digelutinya.

“Ini tema yang saya banget. Di ecotheology, ketika kita menjelaskan suatu problematika atau paradoks, sudah terbayang mau angkat apa,” ujarnya.

Ia mengatakan tantangan pada babak penyisihan justru lebih berat karena mengangkat tema kerukunan yang tidak terlalu sesuai dengan bidang kajiannya.

Peserta Apresiasi Pelayanan Panitia MTQ Nasional

Selain persaingan dalam menghasilkan karya terbaik, para peserta juga mengapresiasi pelayanan panitia selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI 2026.

Fathassururi dan Silvani menyebut akomodasi, akses materi, hingga konsumsi telah mendukung kebutuhan peserta selama mengikuti perlombaan.

Babak semifinal MKTIQ menjadi salah satu rangkaian kompetisi MTQ Nasional XXXI 2026 yang menggabungkan kemampuan menulis, penguasaan ilmu Al-Qur’an, serta kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Melalui tema ecotheology, peserta ditantang tidak hanya memahami ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi gagasan yang relevan dengan persoalan ekologis dan kehidupan masyarakat.

Share This Article