Pangkoops Habema: Keberanian Bukan Mengangkat Senjata, Tapi Meletakkannya

Burhanuddin
3 Min Read
Satuan Tugas Komando Operasi (Satgas Koops) TNI Habema melumpuhkan empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya dalam kontak senjata di Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).(Foto: tni.mil.id)

​MERCUSUARNEWS.CO — Satuan Tugas Komando Operasi (Satgas Koops) TNI Habema melumpuhkan empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya dalam kontak senjata di Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).

​Operasi pengamanan wilayah ini diterjunkan oleh personel gabungan dari Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur setelah menerima laporan intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata tersebut di area pemukiman warga.

​Dalam kontak tembak tersebut, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia. Selain melumpuhkan para pelaku, aparat TNI juga menyita sejumlah barang bukti strategis di lokasi kejadian.

​Barang Bukti yang Diamankan:

​1 pucuk senjata api standar SS2 V1 beserta 1 magazen

​1 pucuk senjata api laras panjang

​50 butir munisi kaliber 5,56 mm

​Perangkat alat komunikasi dan beberapa unit telepon seluler

​Berbagai perlengkapan lapangan milik kelompok bersenjata

​Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menegaskan bahwa tindakan yang diambil para prajurit di lapangan dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, serta berlandaskan ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap menempatkan keselamatan warga sipil sebagai prioritas utama.

​”Setiap langkah prajurit dilakukan secara terukur demi melindungi warga dari ancaman teror kelompok bersenjata,” tegas Brigjen TNI Riyanto dikutip dari laman tni.mil.id, Minggu (27/9/2026).

​Seruan Kemanusiaan dan Ajakan Kembali ke Masyarakat

​Di samping penegakan hukum yang tegas, Pangkoops TNI Habema menekankan bahwa pintu rekonsiliasi dan kedamaian selalu terbuka lebar bagi para anggota kelompok bersenjata yang ingin meletakkan senjata dan kembali berbaur dengan masyarakat.

​”Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman. Mari kita bangun Papua bersama,” imbau Brigjen TNI Riyanto.

​Ia menambahkan pesan mendalam mengenai arti keberanian yang sesungguhnya dalam membangun masa depan Papua yang damai.

​”Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,” katanya.

​Koops TNI Habema berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah agar roda kehidupan masyarakat dapat berjalan normal kembali, mulai dari aktivitas perekonomian, kegiatan belajar-mengajar di sekolah, hingga pelayanan sosial dan keagamaan.

Share This Article