MERCUSUARNEWS.CO – Lima personel terbaik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) resmi terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA. Mereka bersiap menjalankan misi internasional pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.
Kelima personel pilihan tersebut yakni Ipda Dwi Adianto, Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, Brigpol Farhana Rizka Isnaini, serta Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa seluruh personel telah melewati rangkaian seleksi dan pembekalan ekstra ketat demi memastikan kesiapan penuh di medan penugasan.
”Para personel telah menuntaskan berbagai tahapan persiapan yang matang, baik dari sisi kemampuan individu maupun soliditas sebagai satu kesatuan Formed Police Unit,” ujar Kombes Pol. Abast, dikutip dari laman mediahub.polri.go.id, Minggu (4/10/2026).
Sebelum diberangkatkan ke wilayah konflik, kontingen ini diwajibkan menjalani Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA yang terbagi dalam tiga gelombang pelatihan intensif, masing-masing berlangsung selama 40 hari, 52 hari, dan 30 hari.
Selama masa pemusatan latihan, mereka dibekali materi taktis dan operasional tingkat tinggi, mulai dari Police Tactics and Techniques, Public Order Management, Firearms Training, hingga Tactical Driving. Tidak hanya itu, para personel juga dilatih secara spesifik untuk peran-peran vital seperti tim SWAT, sniper, tim medis, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, hingga instruktur FPU.
Guna menunjang kelancaran tugas di Republik Afrika Tengah yang menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi, para personel juga mendapatkan kursus bahasa intensif agar komunikasi dan koordinasi di lapangan berjalan optimal.
Rangkaian pembekalan strategis ini turut mencakup Joint Training Polwan bersama Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Command Staff Training, Leadership Training, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, hingga Ground Handling dan penumbuhan kerja sama tim.
Seluruh persiapan diakhiri dengan rangkaian tradisi pelepasan berkesan, meliputi Tradisi Jalan Juang, upacara pembaretan, serta upacara penutupan resmi menjelang keberangkatan menuju Afrika Tengah.
Keikutsertaan lima anggota Polda Jatim ini menjadi kebanggaan sekaligus wujud nyata dedikasi Polri dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
”Mereka membawa nama besar Polri dan Polda Jatim dalam misi kemanusiaan ini. Kami berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tutur Abast.
