Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Gunakan BBM Bersubsidi

Burhanuddin
3 Min Read
Suasana usai Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).(Foto: BPMI Setpres)

MERCUSUARNEWS.CO — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjamin ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis BBM bersubsidi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Di saat yang sama, langkah pembenahan difokuskan agar penyaluran subsidi dapat makin tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh kelompok yang berkecukupan.

​Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kesiapan pasokan tersebut usai menghadiri Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

​“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” kata Bahlil dikutip setneg.go.id.

​Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM menyoroti fenomena pergeseran (shifting) konsumsi BBM dari nonsubsidi ke jenis bersubsidi. Pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi memadai agar tidak mengambil hak kelompok masyarakat rentan dan tetap mengonsumsi BBM nonsubsidi.

​“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” tegasnya.

​Bahlil menekankan bahwa kuota BBM bersubsidi dialokasikan khusus bagi warga yang secara ekonomi benar-benar membutuhkan. Oleh sebab itu, ketepatan sasaran penyaluran menjadi prioritas utama dalam tata kelola energi nasional.

​“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” tambahnya.

​Mengenai peluang pengetatan regulasi penyaluran BBM bersubsidi, Menteri ESDM menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pertimbangan mendalam. Langkah penyusunan aturan memerlukan proses formal, sehingga imbauan moral kepada kelompok mampu menjadi langkah awal yang dinilai sangat krusial.

​“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” ujar Bahlil.

​Lebih lanjut, ia membagikan pengalaman pribadinya untuk mengetuk kesadaran masyarakat kalangan menengah ke atas agar membiarkan subsidi energi dinikmati oleh mereka yang berhak.

​“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” pungkasnya.

​Melalui sinergi penjagaan pasokan dan pembenahan sistem distribusi, pemerintah berupaya memastikan agar intervensi subsidi negara dapat terealisasi secara adil, merata, dan tepat sasaran.

Share This Article