Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Buka 24 Jam untuk Kafilah MTQ

Akmil Musyafa
5 Min Read
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Sebanyak 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan dan 3.420 penumpang terdampak. Pemprov Jateng siapkan jalur udara dan transportasi darat untuk kedatangan kafilah MTQ Nasional.

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada lalu lintas penerbangan menuju sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah. Untuk memastikan kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tetap berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperpanjang operasional Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi 24 jam.

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak Minggu malam sebagai langkah antisipasi jika terjadi pengalihan penerbangan dari bandara lain yang terdampak erupsi.

Sedikitnya kafilah dari 10 provinsi diketahui memiliki rute perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Mereka berasal dari Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

Pemprov Jateng Siapkan Alternatif Transportasi

Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario apabila operasional Bandara Soekarno-Hatta masih terganggu saat rombongan kafilah mulai berdatangan.

Jika penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, perjalanan dapat dijadwalkan ulang atau dialihkan menggunakan moda transportasi lain.

“Untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Agung dalam rilis media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (7/9/2026).

Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memastikan transportasi darat dapat menjadi alternatif bagi penumpang yang sebelumnya mengandalkan penerbangan melalui Jakarta.

Bandara Ahmad Yani Beroperasi 24 Jam

General Manager PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan perpanjangan jam operasional Bandara Ahmad Yani dilakukan untuk mengantisipasi penerbangan tambahan, penerbangan tidak terjadwal, maupun pengalihan rute dari bandara yang terdampak.

Pihak bandara juga memastikan transportasi lanjutan bagi penumpang tetap tersedia.

“Kami sudah menyampaikan kepada shuttle maupun transportasi lain yang beroperasi di wilayah Semarang untuk tetap beroperasi. Kami menjamin kendaraan maupun transportasi lain tersedia bagi penumpang yang mendarat di Semarang,” ujarnya.

Bandara Ahmad Yani juga terus memantau pergerakan kafilah yang dijadwalkan menuju Jawa Tengah melalui jalur udara.

29 Penerbangan Dibatalkan, 3.420 Penumpang Terdampak

Dampak erupsi Anak Krakatau terhadap penerbangan di Bandara Ahmad Yani cukup signifikan. Hingga Senin pukul 10.00 WIB, tercatat 29 penerbangan dibatalkan.

Rinciannya, 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan. Pembatalan tersebut berdampak terhadap 3.420 penumpang, terdiri atas 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan.

Sebagian besar penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta.

Meski demikian, kondisi sebaran abu vulkanik di wilayah Jawa Tengah sejauh ini masih relatif aman.

Abu Vulkanik Belum Terdeteksi di Sekitar Ahmad Yani

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan pemantauan berdasarkan informasi Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin menunjukkan arah angin di lapisan bawah dan atas mayoritas bergerak ke barat.

Kondisi tersebut membuat potensi sebaran abu vulkanik menuju Jawa Tengah relatif rendah.

“Untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif,” kata Yoga.

Hasil paper test untuk mendeteksi abu vulkanik yang dilakukan pada 6 dan 7 September di sekitar Bandara Ahmad Yani juga menunjukkan hasil negatif. Pemantauan di Tegal, Cilacap, dan Kertajati turut menunjukkan hasil serupa.

Meski kondisi relatif aman, pemerintah tetap mempertahankan kewaspadaan terhadap perkembangan erupsi.

BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan hingga Senin belum ada laporan dampak erupsi Anak Krakatau yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

BPBD meminta pemerintah kabupaten dan kota tetap meningkatkan kewaspadaan serta memastikan informasi perkembangan kondisi udara tersampaikan kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah apabila menemukan debu atau asap.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Jateng berupaya memastikan mobilitas kafilah MTQ Nasional tetap berjalan meski kondisi penerbangan masih dinamis.

Jalur udara disiapkan melalui Bandara Ahmad Yani, sementara transportasi darat dan kereta api menjadi alternatif apabila penerbangan melalui Jakarta belum kembali normal.

Share This Article