Pameran UMKM Jateng Tak Sekadar Ramai Pengunjung, Produk Lokal Mulai Tembus Pasar Internasional

Malik Ibrahim
5 Min Read
Taj Yasin saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jateng. (dok. Pemprov)

SEMARANG, MERCUSUARNEWS.CO – Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah berhasil menarik 15.159 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp1,165 miliar. Namun, bagi Pemprov Jateng, keberhasilan pameran tidak berhenti pada angka pengunjung dan omzet.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, target utama kegiatan tersebut adalah mendorong pelaku UMKM naik kelas, memperluas pasar, hingga mampu menembus pasar internasional.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Sabtu (22/8/2026).

Produk Jamu Jateng Mulai Bidik Pasar Malaysia

Taj Yasin menyebut salah satu indikator keberhasilan pameran terlihat dari adanya produk UMKM yang mendapatkan peluang kerja sama dengan mitra luar negeri. Salah satunya produk jamu yang disebut telah menjalin nota kesepahaman atau MoU dengan mitra dari Malaysia.

“Bukan hanya pengunjungnya yang banyak, bukan hanya hasilnya yang melimpah, tetapi ada peningkatan. Ada salah satu jamu yang menyampaikan kepada kami akan MoU dengan Malaysia,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pameran mampu membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha. UMKM yang sebelumnya hanya menjual produk di tingkat lokal memiliki peluang berkembang ke pasar nasional hingga mancanegara.

“Yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” katanya.

221 Stan Ramaikan Pameran UMKM Jateng

Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 221 stan dengan konsep zonasi tematik.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan, zonasi tersebut terdiri atas Kranasda Expo, kuliner dan jamu, program, UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan.

Rinciannya, 35 stan Kranasda Expo, 50 stan komersial dan jamu, 110 stan program, 20 stan UMKM binaan Bank Jateng, serta enam mobil pelayanan OPD teknis.

Peserta juga tidak hanya berasal dari Jawa Tengah. Sejumlah pelaku usaha dari wilayah Kalimantan dan Sumatera turut ambil bagian sehingga memperluas jejaring promosi dan perdagangan.

Transaksi Hari Ketiga Capai Rp300 Juta

Dari sisi transaksi, pameran menunjukkan geliat perdagangan yang cukup tinggi. Omzet hari pertama tercatat sekitar Rp200 juta, kemudian Rp165 juta pada hari kedua. Hingga Sabtu sore atau hari ketiga, transaksi mencapai sekitar Rp300 juta. Secara keseluruhan, nilai transaksi hingga menjelang penutupan tercatat Rp1,165 miliar.

Taj Yasin berharap penyelenggaraan berikutnya tidak hanya mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung, tetapi juga meningkatkan transaksi bagi pelaku UMKM.

“Bukan hanya menarik pengunjungnya, tetapi juga menarik untuk membelanjakan uangnya di UMKM kita. Ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ada Job Fair hingga Lomba Kreativitas

Pameran juga dikemas dengan berbagai kegiatan pendukung untuk meningkatkan daya tarik masyarakat.

Sejumlah agenda yang digelar antara lain lomba memasak ikan tingkat SMK, job fair dengan 40 perusahaan, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD, lomba stan terbaik, pertunjukan musik, hingga nonton bareng film lawas setiap malam.

Pada penutupan, panitia turut memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi peserta.

Pemprov Jateng Perkuat Akses UMKM ke Pasar Ekspor

Selain pameran, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus membantu meningkatkan omzet produk UMKM.

Taj Yasin menilai penguatan UMKM penting karena sektor tersebut telah terbukti mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

Desy berharap pameran UMKM dapat terus dikembangkan menjadi agenda strategis untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Dengan jumlah pengunjung lebih dari 15 ribu orang dan transaksi menembus Rp1,165 miliar, Pameran UMKM HUT ke-81 Jateng tidak hanya menjadi etalase produk lokal. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan UMKM dengan pasar, mitra usaha, hingga peluang ekspor.

Share This Article