Ahmad Luthfi Serukan “Gumregut Nyawiji” untuk Membangun Jawa Tengah Bersama

Malik Ibrahim
4 Min Read
Ahmad Luthfi Serukan “Gumregut Nyawiji” untuk Membangun Jawa Tengah Bersama. (dok. Pemprov)

SEMARANG, MERCUSUARNEWS.CO – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak seluruh masyarakat meninggalkan ego sektoral dan bersatu membangun daerah. Sebab kemajuan Jawa Tengah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Harmony of Java 2026 di Pusat Rekreasi dan Promosi Provinsi (PRPP) Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu (22/8/2026). Gelaran tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

“Membangun Provinsi Jawa Tengah ini harus mempunyai asas kebersamaan. Gumregut Nyawiji,” kata Luthfi.

Gumregut Nyawiji Jadi Semangat Membangun Jateng

Luthfi mengatakan, pembangunan Jawa Tengah merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus bergerak sesuai peran masing-masing sekaligus menjaga persatuan di tengah berbagai perubahan dan tantangan.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji.” Menurut Luthfi, tema itu bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menyatukan langkah dalam membangun Jawa Tengah.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan. “Pesan saya, di ulang tahun yang ke-81 ini, mari kita rekatkan persatuan dan kesatuan. Kita singkirkan ego sektoral, kita hilangkan berita-berita yang bersifat hoaks, fitnah, saling membenci, dan sebagainya,” ujarnya.

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,80 Persen

Optimisme pembangunan Jawa Tengah juga didukung sejumlah indikator ekonomi. Luthfi menyebut ekonomi Jawa Tengah pada semester I 2026 tumbuh 5,80 persen. Pada periode yang sama, angka kemiskinan disebut turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.

Luthfi menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita harus berbangga diri bahwa Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang patut diperhitungkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak berhenti berkarya dan terus meningkatkan kualitas diri. “Sebagai anak muda, kita harus terus berkarya dan menjadi lebih baik dari hari ini. Karena itu, kita harus membusungkan dada dan berdiri tegak,” katanya.

Luthfi Ajak Warga Doakan Korban Bencana

Di tengah kemeriahan Harmony of Java 2026, Luthfi mengajak ribuan warga tidak melupakan masyarakat yang sedang menghadapi bencana di sejumlah wilayah Indonesia. Ia mengajak seluruh hadirin mendoakan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Aceh, dan daerah lainnya.

“Malam hari ini kita doakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Semoga dikuatkan, semoga ditabahkan, dan segera recovery,” ujar Luthfi.

KLa Project hingga GME Meriahkan Harmony of Java

Harmony of Java 2026 berlangsung meriah dengan penampilan sejumlah musisi, di antaranya KLa Project, Pertelon Koplo, dan Good Morning Everyone (GME). Saleho juga tampil pada Sabtu sore.

Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara, turut menyampaikan pesan solidaritas dari atas panggung.

“Terima kasih sudah mengundang kami tampil di sini. Mari bersama-sama kita merayakan Indonesia. Semoga kita semua sejahtera dan semangat penuh cinta,” ujarnya.

Harmony of Java 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung hiburan dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Acara tersebut juga menjadi ruang untuk meneguhkan pesan persatuan: Jawa Tengah akan semakin kuat ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, gumregut dan nyawiji.

Share This Article