SMKN 1 Bawang Perkuat Link and Match Industri, Siswa Belajar Ritel dan Bisnis Digital

Akmil Musyafa
4 Min Read
Launching kelas industri pemasaran SMKN 1 Bawang Banjarnegara. (dok. Kominfo Banjarnegara)

BANJARNEGARA, MERCUSUARNEWS.CO – Siswa SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara kini mendapat kesempatan belajar pemasaran dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia kerja. Sekolah tersebut meluncurkan Kelas Industri Jurusan Pemasaran dengan menggandeng sejumlah mitra usaha dan industri.

Program yang diluncurkan di Aula SMKN 1 Bawang, Senin (31/8/2026), dirancang untuk membawa praktik bisnis ke lingkungan sekolah. Siswa tidak hanya mempelajari konsep pemasaran, tetapi juga dikenalkan dengan standar kerja dan situasi yang dihadapi di dunia usaha.

Kelas Industri Hadirkan Praktik Dunia Kerja

Plt Kepala SMKN 1 Bawang, Khairul Sholih Retno Broto, mengatakan program tersebut merupakan upaya sekolah menghadirkan budaya dan standar industri dalam proses pembelajaran.

“Dengan adanya kelas industri, anak-anak bisa praktik dalam keseharian secara nyata sebagaimana di perusahaan. Segala hal yang ada di dunia usaha dan dunia industri diminiaturkan di sini,” ujarnya.

SMKN 1 Bawang telah menjalin kemitraan dengan puluhan perusahaan dan pelaku usaha. Dalam peluncuran Kelas Industri Pemasaran, sekolah memperkuat kolaborasi dengan tiga mitra yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi siswa.

Mitra tersebut mencakup sektor pemasaran digital, ritel modern melalui Alfamart, serta Koperasi CKS yang menaungi pelaku UMKM.

Dua Konsentrasi Keahlian Diperkuat Mitra Industri

Kepala Program Studi Pemasaran SMKN 1 Bawang, Niniek Mardianti, menjelaskan jurusan tersebut memiliki dua konsentrasi keahlian, yakni ritel dan bisnis digital.

Untuk konsentrasi ritel, siswa memperoleh pengalaman industri melalui kerja sama dengan Alfamart. Sementara konsentrasi bisnis digital dikembangkan bersama CKS dan Yamaha.

“Untuk konsentrasi ritel, kelas industrinya bekerja sama dengan Alfamart. Sedangkan untuk konsentrasi digital, kami bermitra dengan CKS dan Yamaha,” katanya.

Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk memahami berbagai aspek pekerjaan, mulai dari standar operasional, pelayanan konsumen, hingga strategi pemasaran.

Dengan pengalaman tersebut, siswa diharapkan lebih siap menghadapi lingkungan kerja setelah lulus dan tidak mengalami kesenjangan antara kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan industri.

Instagram dan TikTok Jadi Sarana Belajar Pemasaran Digital

Kepala Dinas Perindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono, mengapresiasi pembelajaran berbasis industri yang diterapkan SMKN 1 Bawang.

Menurutnya, kelas industri dapat menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh siswa di sekolah dengan kondisi nyata dunia usaha.

“Ini kegiatan yang langsung bersinggungan dengan usaha, di mana para siswa dapat mempraktikkan ilmu sekolah yang dipertemukan dengan realita lapangan,” katanya.

Keterlibatan Koperasi CKS yang menaungi pelaku UMKM juga dinilai membuka peluang bagi siswa untuk mengenal langsung dinamika usaha skala kecil dan menengah.

Adi mendorong siswa dan guru memanfaatkan fasilitas pendukung kewirausahaan, termasuk Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk mendapatkan pengetahuan dan konsultasi terkait pengembangan usaha.

Di sisi lain, kemampuan pemasaran digital juga menjadi perhatian. Siswa didorong memanfaatkan Instagram dan TikTok sebagai media belajar promosi, membangun merek, dan memperkenalkan produk kepada konsumen.

Menurut Adi, penguasaan teknologi digital akan menjadi bekal penting bagi siswa, baik ketika memilih masuk dunia kerja maupun membangun bisnis sendiri.

Melalui Kelas Industri Jurusan Pemasaran, SMKN 1 Bawang menargetkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik, memahami budaya kerja, adaptif terhadap perkembangan industri, serta siap bekerja atau berwirausaha setelah lulus.

Share This Article