Dorong Transformasi Digital dan Inklusi Ekonomi, Pemkab Banyumas Gelar Festival Pasar Rakyat di Pasar Sokaraja

Akmil Musyafa
3 Min Read
Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Festival Pasar Rakyat di Pasar Sokaraja selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (19–20/9/2026).(Foto: Prokompim Setda Banyumas)

​MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi menggelar Festival Pasar Rakyat di Pasar Sokaraja selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (19–20/9/2026). Mengusung tema “Pasar Rakyat Maju, UMKM Tumbuh, Ekonomi Banyumas Tangguh”, ajang ini dirancang sebagai momentum modernisasi, perbaikan citra, serta penguatan ekosistem ekonomi pasar tradisional di wilayah Banyumas.

​Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, dengan didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkop UKM dan Perdagangan) Kabupaten Banyumas Gatot Eko, serta jajaran tamu undangan.

​Bupati Sadewo menegaskan bahwa pasar rakyat memiliki peran vital yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga sumber penghidupan UMKM dan ruang interaksi sosial. Ia berharap Pasar Sokaraja mampu berbenah dan meningkatkan standar kebersihan serta kenyamanannya agar setara dengan Pasar Manis Purwokerto.

​“Kenyamanan tempat belanja menjadi kunci utama agar pembeli merasa betah dan dagangan para pedagang makin laris. Diharapkan festival ini menjadi titik balik perbaikan citra pasar tradisional agar menjadi lebih bersih, nyaman, modern, dan terpercaya,” tegas Sadewo.

​Guna mewujudkan pasar yang efisien dan adaptif terhadap teknologi, perhelatan ini diisi dengan sejumlah peluncuran program strategis hasil kolaborasi lintas sektor, antara lain:

​- Digitalisasi Pembayaran: Peluncuran transaksi jual beli nontunai menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan Bank Jateng, serta penyerahan lima unit perangkat alat e-retribusi pasar.

​- Pemasaran Digital: Kemitraan penjualan online melalui integrasi platform GrabMart.

​- Penguatan Kelembagaan: Peluncuran Koperasi Pasar Rakyat dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pasar Rakyat Sokaraja.

​Selain inovasi digital, Sadewo menekankan pentingnya keterlibatan petani milenial untuk memperkuat rantai pasok pasar tradisional. Mengacu pada keberhasilan kelompok Etalase Pertanian di Pasar Ajibarang yang mengelola rantai pasok kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis dari petani lokal, model bisnis inklusif serupa diharapkan dapat segera diterapkan di Pasar Sokaraja.

​Sinergi dan respons positif turut ditunjukkan oleh para pelaku usaha lokal. Iin, salah seorang pedagang produk olahan dan camilan di Pasar Sokaraja, menyambut optimis langkah pemda dalam menjembatani pedagang tradisional menuju era digital.

​“Ya senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Harapannya pasar tradisional bisa kembali ramai seperti dulu. Tantangan belanja online memang ada, tapi dengan dukungan digitalisasi dari pemerintah, kami berharap pedagang pasar juga bisa ikut berjualan secara online agar jangkauan penjualan semakin luas,” ungkap Iin.

Share This Article