2 Kalapas di Nusakambangan Berganti, Pimpinan Baru Diminta Lanjutkan Program

Malik Ibrahim
1 Min Read

MERCUSUARNEWS.CO – Estafet kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan Nusakambangan kembali bergulir. Dua kepala lembaga pemasyarakatan (kalapas) resmi berganti, yakni Kalapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan dan Kalapas Kelas IIA Gladakan.

 

Serah terima jabatan (sertijab) digelar di Aula Wisma Sari Lapas Batu, Nusakambangan. Prosesi tersebut disaksikan langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso.

 

Sejumlah pejabat dan pegawai pemasyarakatan dari wilayah Nusakambangan dan Cilacap turut menghadiri kegiatan tersebut. Kapolsek Nusakambangan dan vendor BAMA selaku mitra kerja juga hadir dalam acara sertijab.

 

Dua Kalapas Resmi Berganti

 

Dalam sertijab tersebut, Ario Galih Maduseno menyerahkan jabatan Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan kepada Agung Nurbani.

 

Agung selanjutnya dipercaya melanjutkan tugas sebagai Kalapas Terbuka Nusakambangan. Sementara di Lapas Gladakan, jabatan kepala lapas beralih dari Robin Parangin Angin kepada Mathrios Zulhidayat Hutasoit.

 

Pergantian pejabat tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan pemasyarakatan. Meski terjadi pergantian pimpinan, program yang telah berjalan di masing-masing satuan kerja diharapkan tetap berlanjut.

 

Pimpinan baru diminta tidak menganggap pergantian jabatan sebagai titik awal untuk membangun semuanya kembali. Berbagai capaian yang telah diraih pejabat sebelumnya harus menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja.

Mardi Santoso Ingatkan Jangan Mulai dari Nol

 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, memberikan pesan khusus kepada pimpinan baru. Dia menegaskan rotasi dan pergantian jabatan merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi.

 

Namun, pergantian pimpinan tidak boleh membuat program yang sudah berjalan terhenti.

 

“Rotasi adalah hal yang biasa. Jangan sampai adanya rotasi pimpinan, semuanya kembali ke titik nol. Apa yang sudah baik harus dilanjutkan, dikembangkan, dan ditingkatkan,” kata Mardi.

 

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kinerja organisasi. Pimpinan baru harus mampu melihat capaian sebelumnya sebagai fondasi untuk melakukan pengembangan.

 

Dengan cara tersebut, pergantian pimpinan diharapkan dapat membawa penyegaran sekaligus mendorong munculnya inovasi baru di masing-masing satuan kerja.

 

Sinergi Pegawai dan Mitra Kerja Diperkuat

 

Mardi juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak dapat dilakukan oleh pimpinan seorang diri. Dibutuhkan kerja sama seluruh jajaran agar program dapat berjalan sesuai target.

 

Kolaborasi antara pimpinan, pegawai, aparat keamanan, dan mitra kerja perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan.

 

Karena itu, pejabat baru di Lapas Terbuka Nusakambangan dan Lapas Gladakan diharapkan dapat segera melanjutkan koordinasi yang selama ini telah berjalan.

 

Sertijab tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Ario Galih Maduseno dan Robin Parangin Angin selama menjalankan amanah sebagai pimpinan.

 

Di sisi lain, Agung Nurbani dan Mathrios Zulhidayat Hutasoit resmi menerima estafet kepemimpinan untuk melanjutkan tugas di masing-masing satuan kerja.

 

Dengan adanya pergantian tersebut, Lapas Terbuka Nusakambangan dan Lapas Gladakan diharapkan semakin solid. Program yang telah berjalan dapat dipertahankan dan dikembangkan, sementara inovasi baru terus didorong untuk meningkatkan kinerja pemasyarakatan.

 

Pergantian pimpinan pun diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme jajaran, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pemasyarakatan di Nusakambangan dan Cilacap.

Share This Article