Sampah Plastik Banjarnegara Diolah Jadi Petasol, Pemkab Siapkan Replikasi

Akmil Musyafa
4 Min Read
Bajarnegara siap ubah sampah plastik jadi petasol. (dok. kominfo Banjarnegara)

MERCUSUARNEWS.CO  – Uji coba di TPA Winong mengubah limbah atau sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Pemkab Banjarnegara masih mengkaji kesiapan SDM dan kapasitas mesin sebelum memperluas program.

Hal tersebut akan menjadi bagian dari penanganan masalah tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winong, Banjarnegara, untuk mulai diolah menjadi produk bernilai guna. Limbah atau sampah plastik diproses melalui teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar alternatif yang disebut petasol.

Program tersebut tengah diuji oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dengan melibatkan Bank Sampah Banjarnegara (BSB) dan Bank Jateng melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, hasil uji coba akan menjadi dasar untuk menentukan perluasan teknologi pengolahan sampah ke tingkat kecamatan.

“Kita melakukan percobaan dulu. Apabila ini sudah sukses berjalan, rencananya akan diduplikasi ke 20 kecamatan,” kata Amalia.

Pemilahan Sampah Jadi Kunci Keberhasilan

Amalia menegaskan, keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada mesin dan dukungan anggaran. Keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber menjadi faktor penting.

“Keberhasilan program ini bukan pada alatnya, bukan pada keuangannya, tetapi bagaimana masyarakat ikut serta, terutama dalam memilah dan memilih sampah,” ujarnya.

Pemkab Banjarnegara saat ini melakukan asesmen terhadap kesiapan 20 kecamatan. Penempatan mesin nantinya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk ketersediaan sumber daya manusia dan kemampuan pengelolaan sampah.

Kecamatan Batur menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan sebagai lokasi prioritas, salah satunya karena tingginya aktivitas pariwisata.

“Titiknya belum, karena kami sedang menilai dari 20 itu mana yang siap. Kalau asal menaruh saja, itu tidak menjadi solusi. Kami juga harus menilai kesiapan sumber daya manusia,” kata Amalia.

Pirolisis Ubah Sampah Plastik Menjadi Petasol

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Banjarnegara Herrina Indri Hastuti menjelaskan, fasilitas pengolahan di TPA Winong menggunakan sejumlah mesin dengan fungsi berbeda.

Sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah menggunakan conveyor untuk memisahkan material organik dan anorganik, termasuk sampah plastik. Plastik kemudian dicacah sebelum diproses menggunakan mesin pirolisis.

Dalam proses pirolisis, limbah sampah plastik dipanaskan untuk menghasilkan bahan bakar minyak yang karakteristiknya menyerupai solar dan disebut petasol.

“Kapasitas untuk conveyor lima ton, sedangkan pirolisis 50 kilogram sekali produksi yang bisa menghasilkan sekitar 11 liter petasol,” katanya.

Produksi saat ini dilakukan sekitar tiga hari sekali karena membutuhkan pengumpulan material sekaligus menyesuaikan ketersediaan tenaga operasional.

Satu siklus pirolisis membutuhkan waktu hingga sekitar 12 jam. Meski kapasitasnya masih terbatas, petasol yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional di kawasan TPA, termasuk menggerakkan motor mesin conveyor.

Kapasitas Mesin Masih Jauh di Bawah Volume Sampah

Pengembangan teknologi pengolahan sampah di TPA Winong masih menghadapi tantangan kapasitas.

TPA tersebut menerima sekitar 80 ton sampah per hari. Sementara itu, mesin conveyor yang tersedia baru mampu menangani sekitar lima ton dan mesin pirolisis mengolah 50 kilogram bahan dalam satu siklus produksi.

Menurut Herrina, kondisi tersebut menunjukkan teknologi yang diterapkan masih dalam tahap awal. Namun, berdasarkan perhitungan teknis, sistem tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan secara ekonomis apabila kapasitas pengolahan ditingkatkan.

Pemkab Banjarnegara Bidik Pengurangan Timbunan Sampah

Dalam jangka panjang, Pemkab Banjarnegara menargetkan perubahan fungsi TPA. Sampah yang masuk tidak lagi seluruhnya berakhir sebagai timbunan, tetapi dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga TPA lebih fokus menangani material residu.

Uji coba pengolahan plastik menjadi petasol di TPA Winong menjadi tahap awal. Hasil evaluasi nantinya menjadi pertimbangan pemerintah untuk menentukan kecamatan yang siap menerapkan sistem serupa.

Jika kesiapan teknologi, sumber daya manusia, dan pengelolaan sampah telah terpenuhi, program tersebut direncanakan dikembangkan secara bertahap di 20 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.

Share This Article