SELARAS dan Festival Literasi 2026 Catat Transaksi Rp1,29 Miliar, Ribuan Warga Antusias

Malik Ibrahim
5 Min Read

MERCUSUARNEWS.CO – Rangkaian Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) dan Festival Literasi 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang digelar selama 4-6 September 2026 itu mencatat hasil transaksi penjualan mencapai Rp 1,29 miliar.

Penutupan kegiatan dilakukan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Mahdi Abdillah, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Junaidi, di Area Parkir Kolam Retensi, Kawasan Menara Teratai Purwokerto, Minggu (6/9/2026).

Selain transaksi penjualan, kegiatan tersebut juga menghasilkan potensi pembiayaan melalui business matching senilai Rp 740 juta. Sementara potensi transaksi ekspor yang berhasil dihimpun mencapai Rp 653 juta.

Capaian tersebut menunjukkan SELARAS dan Festival Literasi 2026 tak hanya menjadi ajang pameran dan hiburan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, sekaligus membuka peluang mendapatkan akses pembiayaan.

Dikunjungi Hampir 6.000 Orang

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung dan peserta selama rangkaian kegiatan. Tercatat sekitar 5.900 orang menghadiri berbagai agenda yang disiapkan panitia.

Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari pameran UMKM, talkshow, tabligh akbar, bedah buku, modest fashion, Islamic parenting, lomba edukatif hingga berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi dan ekonomi syariah.

Tahun ini, SELARAS juga disinergikan dengan Festival Literasi 2026. Sejumlah agenda seperti Sharia Education, Sharia Forum, Piwulang Explore, Pojok Edukasi Kebanksentralan dan Ekonomi Syariah, serta Bazaar Buku “Jelajah Literasi” turut menjadi bagian dari kegiatan.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Hub Layanan Publik yang menyediakan sejumlah layanan dan informasi. Di antaranya konsultasi sertifikasi halal, informasi pembiayaan keuangan syariah, pembayaran pajak daerah hingga informasi sektor keuangan.

Dari kegiatan tersebut, lebih dari 30 pelaku UMKM menyatakan komitmen untuk mengurus sertifikasi halal. Sejumlah pelaku usaha juga menyatakan kesiapannya mengikuti pelatihan penyelia halal.

Donasi ZISWAF Tembus Rp42,32 Juta

SELARAS 2026 juga memberikan perhatian terhadap penguatan keuangan dan sosial syariah. Salah satunya melalui layanan ZISWAF sekaligus penghimpunan donasi untuk berbagai kebutuhan sosial.

Donasi yang dihimpun diarahkan untuk mendukung ZISWAF produktif, kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana, hingga penyediaan sumur bor untuk membantu kondisi darurat akibat kekeringan.

Hingga kegiatan berakhir, total donasi yang terkumpul mencapai Rp 42,32 juta.

Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto Mahdi Abdillah mengatakan SELARAS merupakan bagian dari dukungan BI dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di wilayah Banyumas Raya.

“SELARAS 2026 merupakan wujud dukungan Bank Indonesia terhadap tiga pilar pengembangan ekonomi syariah, yaitu penguatan halal value chain, pengembangan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah,” kata Mahdi.

Menurutnya, berbagai program tersebut dirancang secara terintegrasi dari sisi hulu hingga hilir. Dengan demikian, ekosistem ekonomi syariah di Banyumas Raya diharapkan semakin kuat dan mampu memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.

75 UMKM Ramaikan Sharia Fair

Penguatan ekosistem halal juga menjadi salah satu fokus dalam SELARAS 2026. Rangkaian kegiatan mencakup peluncuran Zona KHAS atau Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat di Z-Corner Alun-Alun Banyumas serta Kampus UIN Saizu Purwokerto.

Selain itu, BI Purwokerto turut memfasilitasi sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), sekaligus memperkuat kapasitas penyelia halal.

Di sisi hilir, kegiatan Sharia Fair menghadirkan 75 UMKM halal. Mereka berasal dari berbagai sektor usaha, seperti makanan dan minuman, wastra hingga produk kriya.

Promosi produk UMKM juga diperluas melalui sinergi dengan berbagai kegiatan di wilayah Banyumas Raya. Di antaranya Pasar Ramadhan UMP, Cilacap Expo, Festival Gunung Slamet di Purbalingga dan Dieng Culture Festival di Banjarnegara.

Kolaborasi Didorong Berlanjut

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyumas Junaidi menilai kegiatan seperti SELARAS memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat dapat membuka lebih banyak peluang ekonomi.

“Kolaborasi ini mampu memperluas aktivitas ekonomi, membuka akses pasar bagi UMKM, serta mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang telah dimiliki Banyumas Raya,” ujar Junaidi.

Mahdi menegaskan berakhirnya SELARAS dan Festival Literasi 2026 bukan berarti berakhirnya kolaborasi. Berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan terus berjalan secara konsisten.

Ke depan, sinergi akan diarahkan pada pengembangan industri halal, pemberdayaan UMKM, optimalisasi ZISWAF, perluasan literasi serta penguatan ekosistem halal dari hulu hingga hilir.

BI Purwokerto juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, KNEKS, KDEKS, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), OPD, instansi vertikal, lembaga ZISWAF, perbankan dan lembaga keuangan, akademisi, pondok pesantren, komunitas, media, pelaku UMKM serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan SELARAS dan Festival Literasi 2026.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah festival selesai, tetapi terus berlanjut untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Banyumas Raya.

Share This Article