Penutupan HUT Jateng ke-81 di Boyolali Meriah, 4.500 Porsi Kuliner Dibagikan Gratis

Akmil Musyafa
4 Min Read
Lari 5K menjadi bagian dari kemeriahan penutupan HUT ke-81 Jateng tahun 2026 di Boyolali. (dok. Pemprov Jateng)

BOYOLALI, MERCUSUARNEWS.CO – Ribuan warga memadati Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Minggu (30/8/2026), dalam penutupan rangkaian HUT ke-81 Jawa Tengah. Tak hanya olahraga, masyarakat juga disuguhi kuliner gratis, pangan murah, pameran UMKM, layanan kesehatan, hingga hiburan rakyat.

Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan bertema “Jawa Tengah Wolung Pulo Siji, Gumregut Nyawiji” yang mengedepankan semangat kebersamaan dan kolaborasi.

Ribuan Warga Ikuti Friendship Run 5K

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah Borobudur Friendship Run 5K. Sekitar 1.000 peserta mengikuti lari sejauh 5 kilometer sebagai bagian dari rangkaian menuju Bank Jateng Borobudur Marathon yang dijadwalkan berlangsung 15 November 2026.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum membangun semangat kebersamaan.

“Ini adalah bentuk dari apa yang selalu disampaikan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, kita bukan Superman, tapi kita harusnya super tim,” kata Sumarno seusai mengikuti Friendship Run.

Menurutnya, makna gumregut adalah bersemangat, sedangkan nyawiji berarti menyatu. Nilai tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.

4.500 Porsi Soto Boyolali dan Sego Tumpang Gratis

Semarak penutupan HUT Jateng juga terasa dari sajian kuliner lokal. Panitia menyediakan sekitar 4.500 porsi Soto Boyolali dan sego tumpang secara gratis untuk masyarakat.

Sumarno mengatakan, sajian tersebut sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Boyolali kepada masyarakat yang hadir.

Selain kuliner, Boyolali dinilai memiliki potensi besar di sektor susu dan wisata alam, khususnya kawasan lereng Merapi-Merbabu. Pengembangan event olahraga berbasis alam, seperti trail run, dinilai dapat memperkuat konsep sport tourism di Jawa Tengah.

Event olahraga, lanjutnya, juga bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung, berbelanja, menikmati kuliner, sekaligus mengunjungi destinasi wisata.

UMKM Dapat Booth Gratis

Dukungan terhadap pelaku usaha lokal turut hadir dalam acara tersebut. Bank Jateng menghadirkan 10 UMKM terkurasi dan memberikan booth secara gratis.

Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita mengatakan, fasilitas tersebut memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan ribuan calon konsumen.

Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya mendorong transaksi dan perputaran ekonomi lokal, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan transaksi digital kepada masyarakat.

Peserta Tampil Unik Bawa Hasil Bumi

Salah satu peserta Friendship Run, Zida Haskaria, tampil berbeda dengan mengenakan kostum petani. Warga Boyolali bagian utara itu berlari sambil membawa hasil bumi seperti pisang, daun singkong, singkong, telur, dan ubi.

“Saya dari Boyolali bagian utara yang rata-rata mayoritas adalah petani. Jadi ini hasil kebunnya saya bawa,” ujar Zida.

Ia menyebut kostum tersebut sebagai representasi kehidupan masyarakat di daerahnya. Meski membawa hasil bumi, Zida mampu menyelesaikan rute 5 kilometer dalam waktu sekitar 45 menit.

“Event-nya seru, rutenya juga asyik. Lima kilo itu terasa bahagia, enggak begitu capek karena enggak ada tanjakan cintanya,” katanya.

Selain Friendship Run dan kuliner gratis, penutupan HUT ke-81 Jateng juga diramaikan Gerakan Pangan Murah, pameran UMKM, senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta hiburan rakyat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penutup perayaan HUT ke-81 Jawa Tengah sekaligus ruang bertemunya olahraga, ekonomi kerakyatan, promosi potensi daerah, dan kebersamaan masyarakat.

Share This Article