Mengenal Dukhan: Fenomena Kabut Tebal Akhir Zaman Menurut Al-Qur’an dan Hadis

M Salman
2 Min Read
Ilustrasi munculnya kabut di akhir zaman.(dok Freepik)

​MERCUSUARNEWS.CO – Fenomena kabut tebal atau Dukhān merupakan salah satu tanda besar (asy-syarath al-kubra) menjelang hari kiamat dalam ajaran Islam. Peristiwa ini diyakini sebagai bentuk peringatan sekaligus penyucian akhir bagi umat manusia sebelum datangnya hari akhir.

​Landasan utama fenomena ini termuat dalam Surah Ad-Dukhān ayat 10-11, yang menyebutkan datangnya kabut nyata yang meliputi manusia sebagai azab yang pedih. Selain itu, Rasulullah SAW mengategorikan Dukhān ke dalam sepuluh tanda besar kiamat sebagaimana diriwayatkan oleh HR Muslim.

​Pandangan Ulama dan Dampak terhadap Manusia

​Terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai waktu terjadinya peristiwa ini. Sebagian menilai Dukhān telah terjadi pada masa kaum Quraisy. Namun, mayoritas ulama menegaskan bahwa kabut tebal ini adalah peristiwa besar yang belum terjadi dan akan melanda bumi di akhir zaman.

​Berdasarkan Tafsir Ibn Katsir, fenomena ini diprediksi berlangsung selama 40 hari 40 malam dengan efek yang berbeda bagi setiap individu:

​1. Umat Beriman: Hanya mengalami efek ringan, seperti gejala flu atau sedikit sesak napas.

​2. Orang Kafir/Durhaka: Mengalami penderitaan fisik yang berat, sesak napas ekstrem, hingga kehilangan kesadaran.

​Perspektif Ekologis dan Ilmiah

​Selain dampak fisik, munculnya Dukhān berpotensi memicu krisis global. Terhalangnya sinar matahari dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pernapasan massal, penurunan jarak pandang drastis, serta gagal panen meluas.

​Dalam konteks sains, fenomena kabut tebal berskala global kerap dikaitkan dengan potensi bencana ekstrem, seperti erupsi gunung berapi purba (supervolcano), dampak perang nuklir (nuclear winter), atau polusi atmosfer tingkat tinggi. Meski demikian, literatur Islam memandangnya sebagai peristiwa eskatologis luar biasa di bawah kehendak-Nya.

​Anjuran Persiapan Diri

​Para ulama mengimbau umat Islam untuk menyikapi peringatan ini dengan memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan. Memperbanyak amal saleh, dzikir, dan membaca Al-Qur’an menjadi sarana perlindungan utama sebelum datangnya rentetan tanda kiamat besar lainnya, seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, serta keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.

Share This Article