Pencarian 8 Korban KM Arupadatu 1 Diperluas ke Perairan Anak Krakatau, Polri Pimpin Penyisiran

Soleh Ismail
2 Min Read
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama tim SAR gabungan mengoptimalkan pencarian terhadap delapan korban kapal cepat KM Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. (Foto: Divisi Humas Mabes Polri)

​MERCUSUARNEWS.CO – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama tim SAR gabungan mengoptimalkan pencarian terhadap delapan korban kapal cepat KM Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari ketiga operasi pencarian, penyisiran diperluas hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

​Dalam operasi ini, Polri mengerahkan 59 personel untuk memperkuat tim SAR gabungan yang totalnya mencapai lebih dari 280 personel. Kekuatan tersebut melibatkan gabungan unsur Basarnas, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, potensi SAR, hingga nelayan setempat.

​Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto memimpin langsung pergerakan tim di laut menggunakan kapal patroli KP Sanjaya-7017. Kapal utama Polri ini menyisir sektor B yang terbagi menjadi delapan sub-sektor (B1–B8). Sementara itu, KN SAR Tetuka milik Basarnas melakukan penyisiran di sektor C (C1–C8) dengan dukungan personel Ditpolairud Polda Banten.

​Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pembagian wilayah dilakukan secara sistematis untuk mempermudah penyisiran di area seluas 2.483 nautical mile square.

​”Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Seluruh kekuatan di lapangan dikerahkan untuk memperbesar peluang menemukan para korban,” kata Trunoyudo di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

​Trunoyudo menambahkan, penentuan titik koordinat penyisiran memperhitungkan lokasi terakhir kapal, pergerakan arus laut, arah angin, kondisi cuaca, serta dinamika gelombang.

​Proses operasi di lapangan menghadapi tantangan alam yang cukup berat. Tim SAR dihadapkan pada cuaca berawan tebal dan berkabut, angin berkecepatan 15 knot, serta gelombang laut yang mencapai tinggi 2,5 hingga 4 meter. Selain faktor cuaca, kewaspadaan tinggi juga diterapkan mengingat pergerakan operasi berada di sekitar kawasan aktif Gunung Anak Krakatau.

​Bersamaan dengan operasi penyelamatan, Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten melakukan penyelidikan terkait penyebab kapal hilang kontak. Petugas telah meminta keterangan dari pemilik kapal, pekerja galangan, hingga pihak yang menangani proses perbaikan kapal.

​Polri mengimbau masyarakat dan nelayan yang mendapati petunjuk keberadaan KM Arupadatu 1 untuk segera melapor kepada petugas, serta tidak melakukan penyisiran mandiri di kawasan rawan tanpa koordinasi tim SAR gabungan.

Share This Article