Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Solok

Redaksi
3 Min Read
Polri bergerak cepat menangani dampak bencana banjir bandang (galodo) dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.(Foto: humas.polri.go.id)

MERCUSUARNEWS.CO – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menangani dampak bencana banjir bandang (galodo) dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bersama TNI, pemerintah daerah, tim SAR gabungan, dan masyarakat, personel kepolisian dikerahkan untuk membuka akses jalan, membersihkan material lumpur, mencari korban hilang, hingga memberikan pendampingan psikologis.

​Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan penanganan bencana di lapangan membutuhkan sinergi kuat dari seluruh unsur. Menurutnya, kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak sangat beragam sehingga penanganan tidak bisa dilakukan sendirian.

​”Polri bergerak cepat bersama unsur terkait dan masyarakat untuk menangani dampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Solok. Penanganan seperti ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga seluruh unsur bersama-sama bergerak sesuai tugas dan perannya,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, dikutip dari laman humas.polri.go.id, Jumat (25/9/2026).

​Bencana galodo sebelumnya merendam kawasan Komplek Perkantoran Pemkab Solok serta wilayah Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang pada Senin (21/9/2026) malam. Merespons kondisi tersebut, Polda Sumbar langsung menerjunkan sekitar 300 personel Satbrimob dan satu kompi Dit Samapta untuk menembus jalur utama Solok-Padang yang tertutup material longsor.

​Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan pembersihan lumpur dan bebatuan berjalan lancar. Langkah ini dilakukan agar akses transportasi, distribusi bantuan, dan proses evakuasi tidak terhambat.

 

​Upaya Pencarian Korban dan Pendampingan Psikologis

​Selain fokus pada pembukaan akses dan pembersihan permukiman warga, tim SAR Satbrimob Polda Sumbar terus memperluas radius penyisiran untuk mencari warga yang dilaporkan belum ditemukan. Pembagian sektor pencarian disesuaikan dengan peta kerawanan di lapangan.

​Di sisi lain, Polri juga menaruh perhatian pada pemulihan trauma warga, khususnya anak-anak.

Tim konselor Polres Solok juga menggelar kegiatan trauma healing di Komplek Nuansa Griya Arosuka dan lokasi pengungsian rumah dinas Wakil Bupati Solok di Nagari Batang Barus.

​”Polri juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga melewati situasi sulit ini,” kata Trunoyudo.

​Penanganan bencana di Kabupaten Solok masih terus berlanjut secara bertahap dengan memprioritaskan keselamatan warga serta pendataan kerusakan infrastruktur.

 

Share This Article