Mengenal Brekecek Pathak Jahan, Ikon Gastronomi Pesisir Khas Cilacap yang Kaya Rempah

Akmil Musyafa
3 Min Read
Brekecek Pathak Jahan merupakan kuliner khas Cilacap. (Sumber: Editing TikTok @ykrasa)

​MERCUSUARNEWS.CO– Kabupaten Cilacap tidak hanya dikenal melalui pesona wisata Pantai Teluk Penyu atau kemegahan Benteng Pendem. Daerah pesisir Jawa Tengah ini juga menyimpan kekayaan gastronomi yang khas, salah satunya adalah Brekecek Pathak Jahan, hidangan berkuah kuning pedas yang menjadi ikon kuliner lokal.

​Nama “Brekecek” berasal dari istilah bahasa setempat, yaitu brek yang berarti diletakkan atau dijatuhkan, dan kecek yang merujuk pada teknik mencampur bumbu dengan sedikit air. Sementara itu, pathak berarti kepala ikan, dan jahan adalah jenis ikan laut yang menjadi bahan baku utamanya.

​Keunikan kuliner ini terletak pada penggunaan kepala ikan jahan. Bahan utama ini dipilih karena memiliki tekstur daging yang lembut namun tidak mudah hancur saat dimasak dalam waktu lama. Selain itu, sensasi menyesap daging di sela-sela tulang kepala ikan memberikan pengalaman tersendiri bagi para penikmatnya.

​Resep dan Bahan Otentik Brekecek Pathak Jahan

​Bahan Utama:

​1 kg kepala ikan jahan segar (potong menjadi beberapa bagian)

​Bumbu Halus:

​10 butir bawang merah

​6 siung bawang putih

​10 buah cabai merah keriting

​5 buah cabai rawit merah

​3 cm kunyit (bakar sebentar)

​5 butir kemiri sangrai

​2 cm jahe

​Bumbu Tambahan:

​2 batang serai (memarkan)

​3 lembar daun salam

​4 lembar daun jeruk

​2 cm lengkuas (geprek)

​Gula jawa, garam, penyedap rasa, dan merica bubuk secukupnya

​Air secukupnya

​Bahan Pelengkap:

​Daun kemangi segar

​Irisan tomat merah atau hijau

​Daun bawang (iris kasar)

​Langkah Pembuatan:

​1.Persiapan Ikan:

Cuci bersih kepala ikan jahan, lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam selama 15 menit untuk menghilangkan aroma amis, lalu bilas kembali.

​2. Pengolahan Bumbu:

Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan berwarna lebih gelap. Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas hingga layu.

​3. Pembuatan Kuah:

Tuangkan air secukupnya ke dalam tumisan bumbu, lalu tambahkan gula jawa, garam, merica, dan penyedap rasa. Biarkan hingga mendidih.

4. ​Pematangan:

Masukkan kepala ikan jahan secara perlahan. Masak dengan api sedang tanpa terlalu sering diaduk agar daging ikan tidak hancur.

​5. Penyelesaian:

Masukkan irisan tomat, daun bawang, dan daun kemangi saat kuah mulai mengental. Koreksi rasa hingga mencapai perpaduan pedas, gurih, dan sedikit manis, lalu angkat.

​Brekecek Pathak Jahan merupakan simbol adaptasi masyarakat pesisir Cilacap dalam mengolah hasil laut. Perpaduan rempah kunyit dan jahe tidak hanya memperkuat cita rasa, tetapi juga efektif menetralkan aroma laut pada ikan, menjadikannya salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.

Share This Article