Mengenal Gembus khas Cilacap: Kuliner Singkong Legendaris Pesisir Jawa Tengah

Putri Najwa
2 Min Read
Mengenal Gembus khas Cilacap: Kuliner Singkong Legendaris Pesisir Jawa Tengah. (dok. Mercusuarnews)

​MERCUSUARNEWS.CO – Bagi masyarakat pesisir Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Cilacap, gembus bukan sekadar camilan. Panganan berbahan dasar singkong ini merupakan simbol kuliner kerakyatan yang tetap eksis dan diminati di tengah gempuran jajanan modern.

​Memiliki bentuk menyerupai donat mini dengan tekstur kenyal dan padat, gembus kerap menjadi buruan utama para wisatawan saat berkunjung ke daerah berjuluk Kota Bercahaya ini. Perpaduan rasa gurih dari bumbu bawang dan manis alami singkong menjadikan jajanan ini pendamping pas untuk menikmati teh atau kopi sore.

​Pemilihan Bahan Baku

​Kunci utama keberhasilan mengolah gembus terletak pada pemilihan singkong berkualitas. Singkong jenis mentega atau yang mekar saat dikukus menjadi pilihan paling ideal agar hasil akhir terasa empuk.

​Bahan Utama: 1 kg singkong berkualitas baik.

​Bumbu Halus: 5 siung bawang putih, 1 sendok teh ketumbar bubuk, dan garam secukupnya.

​Bahan Tambahan: Minyak untuk menggoreng dan sedikit tepung tapioka (digunakan hanya jika adonan terlalu lengket).

​Tahapan Pembuatan Tradisional

​Mengolah gembus memerlukan ketelatenan, terutama pada proses penumbukan adonan agar mendapatkan tekstur halus tanpa serat kasar:

​Pengukusan:

Kupas dan cuci bersih singkong, potong kecil-kecil, lalu kukus selama 30–45 menit hingga teksturnya sangat empuk dan merekah.

​Penumbukan:

Selagi panas, buang serat tengah singkong. Tumbuk bersama bumbu halus menggunakan lumpang hingga menjadi adonan yang halus dan kalis.

​Pembentukan:

Ambil sedikit adonan, pilin memanjang, lalu rekatkan kedua ujungnya hingga membentuk lingkaran menyerupai angka nol.

​Penggorengan:

Diangin-anginkan sejenak agar bagian luar sedikit mengeras, kemudian goreng dalam minyak panas berapi sedang hingga berwarna kuning keemasan.

​Rahasia Tekstur Kenyal

​Proses penumbukan saat singkong masih panas menjadi rahasia utama agar gembus tidak mengeras setelah dingin. Penumbukan yang maksimal membuat molekul pati menyatu sempurna sehingga tekstur tetap kenyal. Selain itu, hindari penggunaan tepung tapioka secara berlebihan karena dapat membuat adonan menjadi alot dan mengikis rasa asli singkong.

​Masyarakat lokal umumnya menyajikan gembus bersama cocolan sambal pecel atau dinikmati hangat-hangat mendampingi tempe mendoan. Olahan sederhana ini membuktikan bahwa jajanan tradisional tetap memiliki tempat istimewa sebagai warisan kuliner Nusantara.

Share This Article