Selamatkan Ikon Wisata Penyumbang PAD, Pemkab Kebumen Siapkan Revitalisasi Total Goa Jatijajar

Malik Ibrahim
3 Min Read
Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung kondisi goa Jatijajar.(Foto: Pemkab Kebumen)

​MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Kebumen menyiapkan langkah cepat untuk membenahi secara menyeluruh kawasan objek wisata Goa Jatijajar di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah. Langkah revitalisasi ini diambil menyusul menurunnya tingkat kunjungan wisatawan serta kondisi sejumlah fasilitas pendukung yang dinilai kurang terawat.

​Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung kondisi di lapangan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta pemerintah desa setempat guna menyusun rancangan pembenahan fisik dan penataan kawasan secara terpadu.

​”Hari ini saya berada di wisata Goa Jatijajar yang begitu terkenal. Kami melihat langsung kondisinya, dan bersama Dinas Pariwisata serta pemerintah desa, kami akan merenovasi agar Goa Jatijajar kembali populer,” ujar Lilis di sela-sela peninjauan.

​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menjelaskan bahwa pembenahan kawasan sudah sangat mendesak. Tren kunjungan wisatawan ke destinasi legendaris tersebut hingga kini belum menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan.

​Menurut Frans, perbaikan daya tarik Goa Jatijajar tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dari pelbagai pihak.

​”Cukup berat apabila ini dipikul hanya oleh dinas. Perlu kerja sama lintas instansi, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban pedagang, hingga masyarakat sekitar,” tegas Frans.

​Upaya perbaikan ini menjadi krusial mengingat Goa Jatijajar hingga saat ini masih memegang peranan strategis sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata terbesar di Kabupaten Kebumen.

​Momentum pembaharuan tersebut kian terbuka setelah Pemkab Kebumen mengambil alih pengelolaan Goa Jatijajar secara penuh sejak 18 Agustus 2026. Pengambilalihan ini dimanfaatkan Pemda untuk mengevaluasi manajemen operasional sekaligus merancang konsep pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, dengan target hasil pembenahan mulai terlihat nyata pada 2027.

​Saat ini, tarif tiket masuk Goa Jatijajar ditetapkan sebesar Rp15.500 pada hari kerja dan Rp20.500 pada akhir pekan. Besaran tarif ini berada pada level yang sama dengan objek wisata Goa Petruk yang difokuskan untuk segmen wisata minat khusus.

​Melalui pembenahan fasilitas pendukung, penataan ulang lapak pedagang, serta penguatan manajemen pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Kebumen optimistis Goa Jatijajar tidak hanya mampu menyedot kembali arus wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar kawasan wisata.

Share This Article