MERCUSUARNEWS.CO – Rumah warga di Desa Karangtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, terbakar pada Kamis (10/9/2026) petang. Api diduga berasal dari tungku yang digunakan untuk merebus lontong.
Rumah tersebut merupakan milik Kamsidi (60), warga Jalan Margomulyo RT 02 RW 02, Desa Karangtengah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap Gatot Arief Widodo mengatakan kebakaran diduga bermula ketika istri pemilik rumah sedang memasak lontong menggunakan tungku.
Namun, tungku yang masih menyala kemudian ditinggalkan untuk berwudu dan bersiap menuju musala.
“Menurut keterangan saksi, awalnya istri pemilik rumah sedang merebus lontong menggunakan tungku. Kemudian ditinggal untuk berwudu dan bersiap ke musala,” kata Gatot.
Warga Lihat Asap Tebal
Tak lama setelah ditinggalkan, warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari arah rumah Kamsidi. Api kemudian mulai terlihat dan dengan cepat membesar.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan untuk membantu. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia sembari meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Laporan kebakaran diterima layanan Damkar sekitar pukul 17.55 WIB. Petugas Pos Damkar Kroya kemudian segera bergerak menuju lokasi.
“Begitu mendapatkan laporan, petugas langsung menyiapkan alat pelindung diri dan menuju lokasi. Response time petugas sekitar 18 menit sampai di lokasi kejadian,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.
Proses dilanjutkan dengan pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di bagian rumah maupun material di sekitarnya.
Kerugian Ditaksir Rp295 Juta
Petugas berhasil memastikan api benar-benar padam sekitar pukul 18.53 WIB. Dengan demikian, penanganan kebakaran berlangsung kurang dari satu jam sejak kejadian dilaporkan.
“Pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan dan overhaul. Ini dilakukan untuk memastikan api maupun bara benar-benar sudah padam sehingga tidak terjadi nyala api kembali,” jelas Gatot.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas Damkar menghabiskan sekitar 3.000 liter air.
Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, rumah milik Kamsidi mengalami kerusakan akibat kebakaran. Total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp295 juta.
Damkar Cilacap kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi menyala. Terlebih, tungku yang digunakan untuk memasak umumnya berada berdekatan dengan kayu bakar atau material lain yang mudah terbakar.
Masyarakat juga diminta memastikan area sekitar sumber api dalam kondisi aman sebelum meninggalkannya, meski hanya untuk sementara waktu.
Jarak antara tungku dan bahan mudah terbakar perlu diperhatikan untuk mencegah api menjalar dan menimbulkan kebakaran.
