MERCUSUARNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Cilacap menyalurkan 280 paket perlengkapan sekolah kepada siswa sekolah dasar di wilayah Kutawaru dan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Rabu (2/9). Bantuan berupa tas, sepatu, dan botol minum tersebut diserahkan secara langsung oleh Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya di SD Negeri Kutawaru 01.
Penyerahan bantuan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Paiman, Camat Cilacap Tengah Agung Wibowo, Lurah Kutawaru Edy Harjanto, serta jajaran koordinator wilayah bidang pendidikan setempat.
Bantuan dialokasikan untuk siswa SD Negeri Kutawaru 01 hingga 05 serta SD Negeri Donan 01, dengan 60 siswa di antaranya menerima penyerahan secara simbolis pada kegiatan tersebut.
Ammy berharap bantuan perlengkapan sekolah ini mampu meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri para murid dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia menekankan agar barang yang disalurkan memiliki mutu yang baik dan ukuran yang presisi.
”Jangan sampai anak-anak mendapat bantuan, tetapi tidak dipakai karena malu atau ukurannya tidak sesuai. Saya minta barangnya berkualitas dan detail ukurannya harus diperhatikan,” ujar Ammy.
Soroti Kerusakan Bangunan Sekolah
Momen penyerahan bantuan ini juga dimanfaatkan pihak sekolah untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah Kutawaru yang membutuhkan perhatian.
Kepala SD Negeri Kutawaru 03 yang juga mengampu SD Negeri Kutawaru 01, Agus Setiarno, memaparkan sejumlah kerusakan fasilitas. Di SDN Kutawaru 01, material bangunan seperti kusen, jendela, dan ventilasi sudah lapuk dan rusak.
Sementara di SDN Kutawaru 03, pihak sekolah mengeluhkan keterbatasan lahan serta fasilitas perpustakaan yang rusak akibat runtuhnya atap rangka baja ringan. Kebutuhan penunjang sarana belajar serupa turut dialami SDN Kutawaru 02, 04, dan 05.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemkab Cilacap berencana melakukan survei lapangan bersama dinas terkait guna menyelaraskan kebutuhan riil di lapangan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ammy memastikan perbaikan infrastruktur sekolah akan diprioritaskan pada tahun anggaran mendatang.
”Curhat dari sekolah sudah saya catat. Insya Allah 2027 kita fokus pada infrastruktur pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Ammy.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menuntut pemerintah untuk menentukan skala prioritas, namun penanganan fasilitas pendidikan akan tetap dilakukan secara bertahap.
