MERCUSUARNEWS.CO — Semangat gotong royong warga Purbalingga berbuah manis. Perolehan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga Tahun 2025 sukses melampaui target dan mencatatkan rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir dengan total pengumpulan kotor mencapai Rp1.831.300.642.
Dana segar hasil sumbangan masyarakat tersebut resmi diserahterimakan oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif selaku Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2025 kepada Pengurus PMI Kabupaten Purbalingga H. Mochammad Ichwan. Prosesi penyerahan berlangsung di Operation Room Graha Adiguna Purbalingga.
Bendahara Bulan Dana PMI Purbalingga 2025, Sukamto, memaparkan bahwa perolehan tersebut terdiri atas Rp1.163.818.500 dari kelompok Bulan Dana PMI dan Rp667.482.142 dari kelompok Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan. Setelah dipotong biaya operasional 10 persen atau Rp183.130.000, dana bersih yang diserahterimakan kepada PMI mencapai Rp1.648.171.000.
“Realisasi pendapatan kotor ini mengalami peningkatan sebesar Rp67.265.642 atau naik 3,67 persen dibanding perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp1.764.035.000,” ungkap Sukamto.
Capaian fantastis ini berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1.819.893.000, dengan tingkat pencapaian mencapai 100,63 persen. Penggalangan dana ini melibatkan partisipasi luas dari berbagai unsur, mulai dari perusahaan, badan usaha, kepala keluarga, wajib pajak kendaraan bermotor, pelanggan PDAM, instansi pemerintah, ASN, TNI/Polri, hingga para pelajar dari sekolah dan madrasah.
Bupati Fahmi Muhammad Hanif memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa solidnya kolaborasi adalah kunci utama kesuksesan bersama.
“Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi dan gotong royong adalah salah satu senjata dan strategi yang paling ampuh untuk mencapai sebuah tujuan dan target-target yang telah kita tetapkan,” ujar Bupati Fahmi.
Kepada pengurus PMI, Bupati secara khusus menitipkan pesan agar dana dari masyarakat tersebut dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel. Dana kemanusiaan itu diminta untuk dikembalikan secara optimal kepada masyarakat melalui program kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, pemenuhan stok darah, pembinaan PMR, serta aksi kedaruratan sosial.
Selain itu, Bupati juga memuji keberadaan program Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan yang melibatkan pelajar dari tingkat TK hingga SMA. Program tersebut dinilai bukan sekadar mengumpulkan nominal uang, melainkan investasi jangka panjang dalam menanamkan karakter kepedulian sosial bagi generasi masa depan Purbalingga.
