Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Bencana, TP PKK Jateng Gelar Gerakan ‘Rabu Pon’ di Purbalingga

Tahmid Musyafa
3 Min Read
Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Tengah melaksanaan program Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau disingkat "Rabu Pon" d6i Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (10/9/2026).(Foto: Prokompim Setda Purbalingga)

​MERCUSUARNEWS.CO – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan penguatan pelayanan masyarakat menjadi fokus utama kunjungan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (10/9/2026). Kunjungan kerja tersebut diisi dengan pelaksanaan program Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau disingkat “Rabu Pon”.

​Kegiatan diawali dengan penanaman 100 bibit pohon buah di area Lapangan Desa Tlahab Kidul. Aksi ini diikuti oleh pengurus PKK serta warga setempat sebagai langkah konkrit penghijauan, optimalisasi pemanfaatan lahan, dan peningkatan ketahanan pangan keluarga.

​Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memberikan apresiasi tinggi terhadap program inovatif tersebut. Ia menilai gerakan menanam pohon sangat relevan dengan kebutuhan Kabupaten Purbalingga, mengingat wilayah tersebut sempat mengalami bencana banjir dan tanah longsor pada awal tahun 2026.

​”Desa Tlahab Kidul berada di dataran tinggi, sehingga memiliki peran krusial dalam penyerapan air guna mencegah banjir maupun longsor di area sekitarnya. Penghijauan kembali melalui penanaman pohon ini menjadi langkah strategis dalam pemulihan lingkungan dan mitigasi bencana,” ujar Bupati Fahmi.

​Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin menegaskan bahwa sasaran penanaman pohon tidak hanya pekarangan rumah warga, tetapi juga difokuskan pada titik-titik rawan bencana dan kawasan pesisir. Dengan kekuatan sekitar 2,4 juta kader PKK di Jawa Tengah, ia mengkalkulasi program Rabu Pon berpotensi menyumbang hingga 28,8 juta pohon tertanam dalam satu tahun.

​Nawal juga menyoroti pentingnya transformasi Posyandu agar tidak sekadar berfokus pada sektor kesehatan atau pendataan semata. Posyandu diharapkan mampu mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

​Selain agenda lingkungan, kunjungan ini dimanfaatkan untuk meninjau pelayanan Posyandu Melati, membagikan susu dan peralatan sekolah bagi anak-anak TK Pertiwi 2 serta KB Tunas Harapan Bangsa. Kegiatan ini turut didukung oleh pelayanan administrasi kependudukan gratis dari Dinpendukcapil Purbalingga serta layanan pengobatan massal bagi warga.

​Guna mendukung penanganan kemiskinan ekstrem di Desa Tlahab Kidul, Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Baznas Kabupaten Purbalingga turut menyalurkan berbagai bantuan. Dukungan yang diberikan meliputi pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), paket sembako, bantuan indukan ayam untuk ternak, serta pelatihan ekonomi produktif seperti budidaya ikan lele sistem bioflok, hidroponik, dan pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil.

Share This Article