Napi Lapas Nirbaya Nusakambangan Produksi 200 Celana Kargo

Malik Ibrahim
3 Min Read

MERCUSUARNEWS.CO – Sebanyak 25 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan, Cilacap, berhasil menyelesaikan produksi 200 celana kargo pendek. Produksi tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan konveksi.

Produksi ratusan celana itu dilakukan oleh warga binaan yang dibagi ke dalam dua lini produksi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (8/9/2026).

Produksi 200 celana kargo ini sekaligus menjadi tahap awal dan uji coba untuk mengukur kemampuan warga binaan dalam menjalankan proses produksi secara terstruktur. Setiap peserta memiliki tugas sesuai tahapan pekerjaan yang telah ditentukan.

Warga Binaan Belajar dari Potong Bahan hingga Finishing

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapat pendampingan dari instruktur berpengalaman. Mereka mengikuti sejumlah tahapan pembuatan celana, mulai dari memotong bahan, menjahit, memasang komponen, hingga menyelesaikan tahap akhir atau finishing.

Pembagian menjadi dua lini produksi dilakukan untuk membentuk pola kerja yang lebih tertata. Sistem tersebut juga memungkinkan setiap warga binaan memahami alur produksi sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, menyebut rampungnya produksi 200 celana kargo menjadi hasil positif dari program pembinaan yang dijalankan.

“Capaian produksi ini menjadi indikator positif dalam pengembangan pembinaan kemandirian di bidang konveksi. Melalui pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, kami berupaya meningkatkan kompetensi warga binaan agar memiliki keterampilan kerja sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Helmi.

Menurutnya, program konveksi tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan produk. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.

Jadi Bekal Warga Binaan Setelah Bebas

Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan dapat membantu warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Pengalaman menjalankan proses produksi juga menjadi bagian dari persiapan agar mereka dapat hidup lebih mandiri setelah masa pembinaan berakhir.

Produksi 200 celana kargo pendek tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan unit konveksi di Lapas Nirbaya. Hasil evaluasi dari produksi perdana akan digunakan untuk melihat bagian yang perlu diperbaiki sekaligus menentukan pengembangan produksi berikutnya.

Lapas Nirbaya berupaya meningkatkan kegiatan tersebut secara bertahap. Dengan pengembangan program, semakin banyak warga binaan diharapkan dapat memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan mengasah keterampilan di bidang konveksi.

Selain keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman mengenai pembagian pekerjaan, target produksi, hingga penyelesaian produk. Kemampuan itu diharapkan bisa menjadi modal bagi warga binaan untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Pembinaan kemandirian melalui konveksi pun diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membuat pakaian. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan sebagai bekal menjalani kehidupan secara mandiri setelah bebas.

Share This Article