Bupati Purbalingga Salurkan Bantuan dan Dorong Gotong Royong Usai Rumah Warga Terbakar

Redaksi
2 Min Read
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyalurkan bantuan kepada Yatim Adi Winoto (59), warga Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, yang mengalami musibah kebakaran, Kamis (27/8).(Foto: Prokompim Pemkab Purbalingga)

MERCUSUARNEWS.CO – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyambangi rumah Yatim Adi Winoto (59), warga Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, yang mengalami musibah kebakaran, Kamis (27/8).

​Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan untuk membantu perbaikan rumah korban.
​Fahmi menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden yang menimpa Yatim dan keluarga. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu proses pemulihan tempat tinggal korban.

​”Kami dari pemerintah daerah juga ikut membantu. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memperbaiki sebagian rumah yang rusak dan bermanfaat bagi keluarga,” ujar Fahmi di lokasi kejadian, Kamis (27/8).

​Bantuan yang disalurkan mencakup peralatan rumah tangga dan paket sembako dari BPBD serta DinsospermasdesP3A. Selain itu, santunan uang tunai dan logistik tambahan turut diberikan oleh Baznas, PMI, serta bantuan pribadi dari Bupati Fahmi.

​Fahmi mengapresiasi respons cepat dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PMI, KUA, hingga warga sekitar. Ia mengimbau pemerintah desa setempat untuk menggerakkan budaya gotong royong agar rumah korban dapat segera diperbaiki dan dihuni kembali.

​”Gotong royong warga sangat penting untuk membantu pemulihan rumah ini, setidaknya agar keluarga Pak Yatim bisa segera menempati kembali rumahnya,” kata Fahmi.

​Mengingat kondisi cuaca di musim kemarau, Fahmi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran, khususnya saat beraktivitas di dapur.

​”Setelah memasak, pastikan api benar-benar sudah padam. Jangan sampai masih ada potensi kebakaran, apalagi di musim kemarau yang membuat lingkungan lebih mudah terbakar,” tegasnya.

​Kebakaran yang menimpa rumah Yatim terjadi pada Senin (24/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa bermula setelah istri Yatim, Hartini (62), selesai memasak air menggunakan tungku tanah (pawon).

Meski api telah disiram air, kobaran api mendadak muncul dan membesar sekitar 30 menit kemudian.
​Petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat setempat langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas berhasil mengisolasi kobaran api sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.

​Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut, namun kerugian materiil akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp50 juta.

 

Share This Article