MERCUSUARNEWS.CO – Desa Boja yang terletak di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, terus menunjukkan eksistensinya sebagai pilar penting perputaran ekonomi di wilayah Cilacap bagian barat. Berbekal potensi alam perbukitan, latar sejarah yang kuat, serta kreativitas masyarakatnya, desa ini aktif mengintegrasikan sektor ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata menuju desa mandiri.
Letak Strategis dan Jejak Sejarah
Secara administratif, Desa Boja memiliki luas wilayah 9,71 kilometer persegi dengan populasi mencapai 7.782 jiwa. Berjarak sekitar 6,4 kilometer ke arah utara dari pusat Kecamatan Majenang atau 80 kilometer dari pusat Kabupaten Cilacap, desa perbukitan subur ini dibelah oleh aliran Sungai Cileumeuh. Wilayah ini diposisikan secara strategis karena dilintasi jalur alternatif provinsi yang menghubungkan Majenang dengan Kecamatan Salem di Kabupaten Brebes.
Dalam catatan sejarah, Desa Boja beserta kawasan Majenang sekitarnya dahulu merupakan bagian dari kekuasaan Kadipaten Dayeuhluhur. Kini, struktur pemerintahan lokal Desa Boja terbagi menjadi 6 dusun, yaitu Jerotengah, Walahir, Pelag, Citangkil, Cibungkul, dan Cimencok, yang mencakup 6 RW serta 32 RT.
Batas wilayah Desa Boja meliputi Desa Pengadegan dan Desa Ujungbarang di sebelah utara, Kecamatan Cimanggu di sebelah timur, Desa Padangjaya dan Desa Bener di sebelah selatan, serta Desa Pengadegan dan Desa Bener di sebelah barat.

Akulturasi Budaya dan Bahasa Sunda-Jawa
Berada di kawasan perbatasan, masyarakat Desa Boja memiliki karakteristik sosial yang khas sebagai daerah peralihan budaya Sunda dan Jawa. Warga setempat menuturkan bahasa sehari-hari dengan perpaduan dialek bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Harmonisasi dua kebudayaan tersebut membentuk identitas kultural yang kuat dan unik bagi warga lokal.
Geliat Wisata, Kuliner Modern, dan UMKM Tradisional
Di sektor pariwisata, Desa Boja mengandalkan objek Wisata Simpanglima sebagai ruang publik dan pusat kegiatan rekreasi maupun olahraga warga. Jalur strategis desa ini juga diramaikan oleh pertumbuhan tempat berkumpul kekinian seperti Kyu Coffee dan Ihsan Cafe Rise & Shine yang menawarkan pemandangan alam perbukitan.
Selain kuliner modern, Desa Boja mempertahankan reputasinya sebagai sentra oleh-oleh tradisional. Produk unggulan yang dipasarkan secara luas antara lain sale pisang bercita rasa manis alami dan kue manco renyah berlapir wijen. Sektor industri rumahan berbasis kayu juga berkembang pesat melalui produksi perabot rumah tangga dan dekorasi interior hasil olahan pengrajin lokal.
Pelestarian Seni Rudat Menuju Desa Mandiri
Identitas budaya Desa Boja terus dijaga melalui pelestarian Kesenian Rudat, yaitu seni pertunjukan yang memadukan gerakan bela diri dan lantunan selawat. Kesenian ini rutin dipentaskan dalam agenda besar desa, penyambutan tamu, hingga festival budaya.
Integrasi antara ruang publik Wisata Simpanglima, usaha kuliner, hilirisasi produk UMKM tradisional, serta pelestarian seni budaya menjadi strategi utama Desa Boja dalam memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
