BANJARNEGARA — Akses warga Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, kini semakin terbuka setelah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 737 meter rampung melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026.
Program yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat tersebut resmi ditutup di Lapangan Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan. Kehadiran jalan baru di kawasan perbukitan itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
TMMD Gumelem Kulon Resmi Ditutup
Upacara penutupan TMMD dipimpin oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, selaku inspektur upacara. Ia didampingi Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara Hendro Cahyono.
Rangkaian penutupan ditandai dengan pelepasan atribut dan alat kerja, laporan pelaksanaan TMMD, penandatanganan prasasti, hingga penyerahan hasil pembangunan secara simbolis.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakannya, Danrem menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.
“Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak atas sinergi, kerja keras, dan kebersamaan selama pelaksanaan TMMD. Apa yang telah dikerjakan bersama ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh berbagai kebutuhan sosial masyarakat.
Jalan 737 Meter Jadi Akses Baru Warga Dusun Kunir
Salah satu sasaran utama TMMD di Gumelem Kulon adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 737 meter di Dusun Kunir.
Wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan dan menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan permukiman warga dengan wilayah antardesa hingga kawasan perbatasan Kabupaten Banyumas.
Selama ini, kondisi akses jalan menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan selesainya pembangunan jalan, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian dan produk usaha masyarakat.
Warga Dusun Kunir sendiri memiliki beragam mata pencaharian, mulai dari petani, penderes nira, perajin batik hingga pandai besi.
Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu mengatakan pembangunan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Semoga jalan di Dusun Kunir ini bisa bermanfaat untuk memperlancar ekonomi desa. Pembangunan RTLH dan lainnya juga bisa dinikmati dengan baik oleh warga,” kata Nodelismen Hulu.
Tak Hanya Jalan, TMMD Bangun Infrastruktur dan Layanan Sosial
Selain jalan rabat beton, TMMD Reguler ke-129 di Gumelem Kulon juga menyelesaikan sejumlah sasaran fisik lainnya. Pembangunan tersebut mencakup gorong-gorong, talud pengaman jalan, poskamling, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga.
Sementara di sektor nonfisik, kegiatan TMMD diisi dengan berbagai pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya penyuluhan, pasar murah, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), serta donor darah.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tingkat desa.
Warga Penerima RTLH Bersyukur Rumah Lebih Layak
Manfaat program TMMD juga dirasakan Siti Fatimah dan Toib, pasangan warga yang menerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Setelah mendapatkan bantuan, kondisi rumah mereka kini menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Rumah kami sekarang jauh lebih layak dan nyaman. Terima kasih kepada TNI, pemerintah, dan semua pihak yang sudah membantu kami,” ujar Siti Fatimah dan Toib.
Bagi mereka, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga.
Sekda Banjarnegara Minta Hasil TMMD Dirawat Bersama
Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak selama pelaksanaan TMMD. Ia menilai keberlanjutan manfaat program sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawat fasilitas yang telah dibangun.
Hendro meminta warga tidak hanya memanfaatkan hasil pembangunan, tetapi juga ikut menjaga dan memeliharanya.
“Jangan sampai setelah program selesai, hasil pembangunan tidak dirawat. Mari kita jaga dan pelihara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu lama,” katanya.
Dengan berakhirnya TMMD Reguler ke-129, pembangunan di Gumelem Kulon diharapkan tidak berhenti pada selesainya program. Jalan baru, fasilitas umum, serta berbagai hasil kegiatan sosial diharapkan menjadi modal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan konektivitas, pelayanan, dan perekonomian desa.
