Berdayakan Perempuan, Batik Kalikajar Wonosobo Tembus Pasar Global

Tahmid Musyafa
4 Min Read
Wakil Gubernur Jateng saat mengunjungi batik Kalikajar Wonosobo. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Melalui program Kapulaga, perempuan di Kalikajar mendapat kesempatan mengembangkan usaha batik berbasis keluarga tanpa meninggalkan peran di rumah.

Batik Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, tak hanya semakin dikenal lewat produk kerajinannya. Komunitas batik ini juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan melalui usaha ekonomi kreatif berbasis keluarga.

Produk Batik Kalikajar bahkan telah menjangkau pasar mancanegara, termasuk Jepang, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Pengembangan usaha tersebut sejalan dengan program Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga) yang diluncurkan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin di kawasan Wisata Jalisu, Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Batik Kalikajar Buka Peluang Usaha untuk Perempuan

Ketua Komunitas Batik Kalikajar, Aksana Rizky Amalia, mengatakan program pemberdayaan tersebut terbuka bagi perempuan dari berbagai kelompok usia.

Menurutnya, yang terpenting bukan usia, melainkan kemauan untuk belajar dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kalikajar.

“Jadi kita tidak membandingkan usia, baik yang baru lulus SMA maupun ibu-ibu, asalkan memiliki minat dan tekad untuk memajukan ekonomi kreatif di Kalikajar,” ujar Rizky.

Para anggota mendapatkan pelatihan membatik, mulai dari membuat pola hingga proses pewarnaan. Sebagian tahapan produksi dapat dikerjakan di rumah sehingga lebih fleksibel bagi perempuan yang juga memiliki tanggung jawab mengurus keluarga.

“Jadi mereka bisa mencari uang, tetapi tetap bisa menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan melayani keluarga dengan penuh kasih sayang,” katanya.

Meski dikerjakan dari rumah, kualitas produksi tetap dikontrol komunitas. Anggota terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dan mengikuti standar kerja, termasuk target serta mekanisme penyetoran hasil secara berkala.

Pola tersebut membuat kegiatan produksi lebih terorganisasi sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Produk Batik Kalikajar Tembus Pasar Mancanegara

Rizky mengatakan pemasaran Batik Kalikajar kini tidak hanya menyasar konsumen di berbagai daerah Indonesia. Produknya telah dipesan hingga sejumlah negara.

“Kalau di Indonesia kita pernah sampai Sumatera, Sulawesi, dan Bali,” ujarnya.

Untuk pasar internasional, produk Batik Kalikajar telah menjangkau Jepang, Hong Kong, hingga Amerika Serikat.

Salah satu pintu promosi Batik Kalikajar adalah Festival Balon yang rutin digelar di kawasan Kembaran, Kalikajar. Banyak wisatawan yang datang ke festival kemudian tertarik mengunjungi stan batik.

Dari interaksi tersebut, sejumlah pengunjung kemudian melakukan pemesanan, termasuk wisatawan mancanegara.

Setiap Pesanan Bisa Punya Motif Eksklusif

Keunggulan lain Batik Kalikajar terletak pada fleksibilitas desain. Konsumen dapat memesan motif sesuai keinginan sehingga menghasilkan batik yang lebih personal.

Rizky mengatakan komunitas berupaya menjaga eksklusivitas motif yang telah dipesan pelanggan.

“Kalau seseorang sudah memesan motif tertentu, misalnya motif kopi atau motif lainnya, kita tidak akan membuatkan motif yang sama untuk orang lain,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat setiap kain memiliki karakter tersendiri dan dapat menjadi identitas bagi pemiliknya.

Jalisu Jadi Sentra Usaha Berbasis Keluarga

Program Kapulaga juga menyasar potensi ekonomi masyarakat di kawasan Wisata Jalisu. Di sepanjang kawasan tersebut bermunculan puluhan usaha warga, terutama kafe dan kuliner.

Para pelaku usaha memanfaatkan tingginya minat wisatawan yang datang menikmati panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Puluhan lapak tersebut kemudian didorong menjadi sentra usaha kelompok berbasis keluarga melalui program Kapulaga.

Jalisu sendiri merupakan jalur yang berada di lereng Sumbing dan dibangun sekitar setahun terakhir. Jalan tersebut memiliki karakter berkelok mengikuti kontur perbukitan serta menghubungkan kawasan Kalikajar dengan Kaliangkrik hingga destinasi Nepal Van Java di Kabupaten Magelang.

Menariknya, pembangunan jalan tersebut mendapat dukungan masyarakat melalui kerelaan warga menyediakan sebagian lahan kebun untuk pembangunan akses.

Dengan penguatan Kapulaga, pengembangan ekonomi kreatif di Kalikajar diharapkan tidak hanya menghasilkan produk unggulan, tetapi juga membuka lebih banyak peluang usaha bagi keluarga, khususnya perempuan, sekaligus memperkuat potensi wisata dan ekonomi lokal Wonosobo.

Share This Article