Jateng Punya Potensi EBT Besar, Lemhannas Dorong Kemandirian Energi Nasional

Malik Ibrahim
4 Min Read
Lemhanas dorong Jateng kembangkakn kemandirian energi. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO — Potensi energi baru terbarukan (EBT) Jawa Tengah mulai menjadi perhatian Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Panas bumi, tenaga surya, hingga pengolahan sampah menjadi energi dikaji sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi daerah dan mendorong kemandirian energi nasional.

Jawa Tengah menjadi salah satu lokus Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Lemhannas (P4N) Angkatan LXX. Hasil kajian tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemprov Jateng sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan energi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan studi Lemhannas menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai program energi yang telah berjalan.

“Rekomendasi dari hasil studi tersebut akan dikembalikan kepada kami untuk menjadi bahan evaluasi secara komprehensif,” ujar Luthfi seusai menerima peserta SSDN di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).

Potensi Panas Bumi hingga Energi Surya Jateng Dikaji

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki beragam potensi EBT yang masih dapat dikembangkan lebih optimal. Beberapa di antaranya adalah energi surya, panas bumi atau geothermal, serta energi yang berasal dari pengolahan sampah.

Pemprov Jateng juga menyiapkan dukungan kebijakan untuk mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk melalui insentif perpajakan sesuai kewenangan pemerintah daerah. Sinergi dengan pemerintah pusat juga terus diperkuat melalui kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Program yang sudah berjalan akan kami evaluasi. Kami menunggu rekomendasi dari Lemhannas untuk menjadi dasar pengembangan lebih lanjut,” kata Luthfi.

Lemhannas: Ketahanan Energi Bagian dari Ketahanan Nasional

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan Jawa Tengah dipilih sebagai lokus studi karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan sejumlah sumber energi alternatif.

“Jawa Tengah kami pandang penting dijadikan lokus studi Lemhannas karena telah menyelenggarakan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Ace.

Ia menjelaskan, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan listrik dan bahan bakar. Isu tersebut juga berkaitan langsung dengan ketahanan nasional.

Menurut Ace, ketergantungan pada energi konvensional perlu dikurangi di tengah dinamika geopolitik dan perubahan harga energi dunia.

Karena itu, potensi EBT Jawa Tengah, terutama panas bumi, tenaga surya, dan energi dari pengolahan sampah, perlu dioptimalkan.

Pengembangan EBT Diminta Libatkan Masyarakat

Ace mengingatkan pengembangan energi terbarukan tidak boleh hanya berorientasi pada investasi dan teknologi. Aspek sosial, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek, harus menjadi bagian dari perencanaan.

Pengembangan panas bumi, misalnya, perlu disertai komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Perusahaan pengelola juga didorong membangun hubungan yang kuat melalui program pengembangan masyarakat dan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Jangan sampai pengembangan energi hanya berbicara soal investasi dan teknologi, tetapi mengabaikan masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengembangan,” tegas Ace.

Peserta SSDN Akan Dalami Potensi Energi di Daerah

Setelah mendapatkan arahan dari Pemprov Jateng, peserta SSDN P4N Angkatan LXX akan melakukan pendalaman di sejumlah wilayah. Perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait akan dilibatkan dalam proses tersebut hingga penyusunan rekomendasi.

Ahmad Luthfi berharap hasil studi tidak berhenti sebagai kajian, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan pemerintah.

“Kalian adalah masa depan negara dan bangsa,” pesan Luthfi kepada peserta SSDN.

Bagi Jawa Tengah, pengembangan EBT bukan sekadar mencari sumber energi alternatif. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun sistem energi yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Share This Article