17 Gubernur Hadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang

Burhanuddin
4 Min Read
Sekda Jateng menyambut kedatangan undangan jelang pembukaan MTQ Nasional 2026. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Ribuan kafilah dari berbagai daerah akan mengikuti MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Pemprov Jateng mengajak masyarakat menjadi tuan rumah yang ramah sekaligus menangkap peluang ekonomi dan pariwisata.

Jawa Tengah sebagai tuan rumah bersiap menyambut para tamu dari berbagai penjuru Indonesia dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026. Sebanyak 17 gubernur dijadwalkan hadir dalam pembukaan MTQ Nasional yang berlangsung di Lapangan Simpang Lima Semarang.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengajak masyarakat memberikan sambutan terbaik kepada para kafilah dan tamu yang datang.

Menurutnya, keramahan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional. Apalagi, Jawa Tengah kembali dipercaya menggelar ajang nasional tersebut setelah 47 tahun.

“Harapannya tentu saja penyelenggaraan ini sukses dan kegiatan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah. Karena kita sudah 47 tahun baru menjadi tuan rumah lagi untuk MTQ,” kata Sumarno seusai menghadiri Malam Taaruf MTQ Nasional XXXI di halaman Kantor Gubernur Jateng.

Hampir 7.000 orang, terdiri atas kafilah dan pihak terkait, telah terdaftar mengikuti rangkaian MTQ Nasional yang berlangsung pada 11-20 September 2026.

Sekda Jateng: Layani Kafilah dengan Tulus

Sumarno meminta panitia dan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya petugas liaison officer (LO), memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh kafilah.

Ia menekankan pentingnya sikap ramah dan ketulusan dalam menyambut para tamu.

“Saya selalu menekankan bahwa kita menjadi tuan rumah, tentu saja menjadi tuan rumah yang baik. Bagaimana kita memuliakan tamu,” ujarnya.

Sumarno berharap pengalaman positif selama berada di Jawa Tengah membuat para kafilah memiliki kesan mendalam. Bahkan, mereka diharapkan turut mempromosikan Jawa Tengah kepada keluarga dan masyarakat di daerah asal.

Menurutnya, efek tersebut dapat berlanjut pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah.

MTQ Nasional Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun

Selain menjadi ajang syiar dan kompetisi keagamaan, MTQ Nasional XXXI juga dipandang sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Berdasarkan koordinasi Pemprov Jateng dengan Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran ekonomi selama penyelenggaraan MTQ diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Sumarno meminta pelaku UMKM Jawa Tengah tidak melewatkan peluang tersebut. Kualitas produk harus dijaga agar para tamu mendapatkan pengalaman positif sekaligus mengenal produk lokal Jateng.

“Momentum ini tolong benar-benar ditangkap teman-teman UMKM. Jaga kualitas produk, karena ini juga bagian kita untuk mengenalkan produk-produk UMKM,” katanya.

Pemprov Jateng menyiapkan bazar UMKM di Plaza Simpang Lima Semarang. Namun, pelaku usaha yang tidak masuk dalam bazar tetap dapat memanfaatkan momentum MTQ karena sejumlah venue akan menjadi pusat aktivitas masyarakat dan kafilah.

Jateng Bidik Juara Umum MTQ Nasional XXXI

Di sisi lain, Sumarno berharap kafilah Jawa Tengah mampu memberikan prestasi terbaik dalam MTQ Nasional XXXI.

Pemprov Jateng bahkan memasang target tinggi dengan membidik posisi juara umum.

“Kalau target tetap ada. Kita penginnya tentu saja juara umum,” tegasnya.

Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang pun diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi para tamu sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Tengah.

Share This Article