MERCUSUARNEWS.CO – Langkah nyata memperkuat ketahanan ideologi dan komitmen kebangsaan pascapembubaran organisasi Jamaah Islamiyah (JI) terus bergulir. Sebanyak 61 eks anggota JI wilayah Banten berkumpul dalam kegiatan Transformasi Ideologi bertajuk “Jalan Menuju Wasathiyah” yang digelar Densus 88 Anti Teror (AT) Polri melalui Satgaswil Banten di Aula Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting pergeseran ideologi menuju pemahaman Islam yang moderat (wasathiyah). Langkah pembinaan ini semakin kuat dengan hadirnya sejumlah tokoh senior eks JI tingkat nasional sebagai narasumber, di antaranya Ustadz Para Wijayanto, Ustadz Muh. Choirul Anam, dan Ustadz Zarkasih.
Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombespol Mayndra Eka W., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pemulihan dan pemanduan berkelanjutan yang telah disepakati bersama pascapembubaran JI. Hingga kini, Densus 88 tercatat telah melaksanakan 19 kegiatan pemberdayaan eks anggota JI di berbagai daerah.
”Program ini diharapkan dapat mendorong para peserta untuk semakin terintegrasi dan berperan positif di tengah masyarakat, serta meningkatkan komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia dengan iman, takwa, dan amanah,” kata Mayndra dikutip dari laman humas.polri.go.id, Jumat (2/10/2026).
Dukungan terhadap transformasi ideologi ini juga datang dari instansi keagamaan dan kepolisian daerah. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, menilai gerakan moral ini sangat krusial untuk merawat keberagaman Indonesia serta menegaskan kembali Pancasila sebagai ideologi perekat bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Ps. Kasubdit IV Kamneg Ditintelkam Polda Banten, Kompol Deni Ramdani, menekankan pentingnya ruang dialog seperti ini untuk membedah pola penyebaran narasi kekerasan.
Pemahaman tersebut dibutuhkan agar mantan anggota maupun masyarakat luas memiliki kemampuan deteksi dini dan benteng ideologi yang kokoh berdasarkan konsensus berbangsa: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Selama agenda berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan kebangsaan, materi Rumah Wasathiyah, penayangan film dokumenter refleksi satu tahun pembubaran JI, hingga sesi diskusi interaktif untuk memecahkan berbagai persoalan di lapangan secara damai dan konstruktif.
