Didominasi 63 Persen Anak Muda, Kementerian Ekraf Siap Kolaborasi Dorong Gagasan ‘The Legacy Relay 2026’

Burhanuddin
3 Min Read
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, beraudiensi dengan Kartini Heritage Center di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.(Foto: ekraf.go.id)

​MERCUSUARNEWS.CO – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memberdayakan generasi muda dalam mentransformasi potensi budaya, kreativitas, dan teknologi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru. Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor ekonomi kreatif nasional saat ini didominasi oleh Gen Z dan Milenial.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, generasi muda menyumbang sekitar 63 persen atau setara 17,26 juta orang dari total 27,40 juta tenaga kerja ekonomi kreatif nasional. Potensi besar tersebut tersebar di 21 subsektor ekraf yang terbagi dalam empat klaster utama, yakni Bidang Kreativitas Seni dan Budaya, Desain, Teknologi dan Digital, serta Media.

​Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyambut positif gagasan ini saat menerima audiensi dari Yayasan Kartini Heritage Center di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas konsep The Legacy Relay 2026 sebagai formulasi konkret dalam mengubah ide generasi muda menjadi karya produktif, pembukaan lapangan kerja, serta pertumbuhan usaha baru.

​”Kami menyambut baik inisiatif strategis ini karena energi perubahan bangsa selalu lahir dari tangan-tangan muda yang berdaya cipta. Ide ini sangat bagus dan memiliki banyak keterkaitan dengan ekosistem ekonomi kreatif. Kita akan diskusikan lebih lanjut dengan direktorat terkait mengenai apa yang bisa dikolaborasikan bersama,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dikutip dari laman ekraf.go.id, Kamis (1/10/2026).

​Menteri Ekraf juga melihat peluang besar untuk menyelaraskan kegiatan tersebut dengan agenda World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026 dengan mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity.

​Dalam momentum Sumpah Pemuda 2026, Yayasan Kartini Heritage Center bersama The Habibie Center akan menyelenggarakan The Legacy Relay 2026 Special Sumpah Pemuda Forum dengan mengusung pertanyaan utama “What Will Our Generation Leave Behind?”.

Forum ini akan mempertemukan 200 peserta terkurasi lintas generasi untuk mengarahkan gagasan pemuda melalui rangkaian “200 Voices – 200 Letters – 28 Selected Ideas – 1 Book – 3 First Actions” yang mengacu pada nilai perjuangan tiga tokoh nasional: Mohammad Hatta, R.A. Kartini, dan B.J. Habibie.

​Ketua Pengurus Yayasan Kartini Heritage Center, Joddy Mulyasetya Putra, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Kementerian Ekraf dalam memberi wadah kolaborasi untuk menghadirkan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi masyarakat.

Share This Article