Masuk 15 Prioritas Prabowo, KemenEkraf Siapkan Musik Danau Toba Tembus Panggung Dunia

Burhanuddin
3 Min Read
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya hadiri Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 di Waterfront Pangururan, Sumatera Utara.(Foto: Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi kreatif)

​MERCUSUARNEWS.CO – Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) siap menggemakan potensi budaya dan talenta musik Sumatera Utara hingga ke panggung internasional. Komitmen ini ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri penutupan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 di Waterfront Pangururan, Samosir.

​Langkah strategis ini menjadi bagian dari dorongan optimalisasi daerah, mengingat Sumatera Utara telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional periode 2025–2029.

​Menteri Ekraf menyampaikan bahwa status Danau Toba sebagai UNESCO Global Geopark menuntut adanya pemanfaatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekosistem seni, khususnya musik dan paduan suara (choir). Menurutnya, seni paduan suara tak sekadar prestasi visual, tetapi motor penggerak ekonomi yang menghidupkan berbagai rantai usaha, mulai dari pelatih, konduktor, UMKM kuliner, fesyen, kriya, hingga sektor akomodasi dan transportasi.

​“Toba memiliki alam yang mendunia, budaya yang kuat, dan talenta yang luar biasa. Mari kita jadikan kekuatan ini sebagai sumber kreativitas, nilai ekonomi, dan kebanggaan Indonesia. Biarkan dunia mengenal Toba dari alamnya, merasakan Toba dari budayanya, dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anak bangsanya. Dari Toba untuk dunia!” ujar Teuku Riefky dikutip dari laman ekraf.go.id, Selasa (29/9/2026).

​Sebagai langkah konkret, Teuku Riefky langsung menugaskan Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, bersama Direktur Musik untuk merancang program pembinaan komprehensif. Program ini mencakup pemetaan talenta (talent scouting), peningkatan kapasitas, akses ke industri musik profesional, hingga penyediaan panggung skala nasional dan internasional.

​Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Daerah. Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menegaskan bahwa kolaborasi budaya dan alam Samosir terbukti ampuh memutar roda ekonomi masyarakat.

​”Toba Caldera Culture Festival menjadi bukti nyata bagaimana kekayaan budaya dan keindahan alam Samosir berpadu harmonis untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Mari kita bersama-sama gaungkan pesona Negeri Indah Kepingan Surga ini ke panggung dunia,” kata Vandiko.

​Festival TCCF 2026 yang diinisiasi oleh ND Management ini berlangsung pada 24–27 September 2026. Selama empat hari, kawasan Waterfront Pangururan diwarnai Pesta Rakyat, kompetisi dan lokakarya paduan suara, pameran Warisan Budaya Takbenda (WBTB), hingga pasar kreatif dan kuliner.

​Rangkaian penutupan acara juga diselingi aksi kepedulian lingkungan melalui penanaman 100 bibit pohon serta penyebaran 2.000 benih ikan nila ke Danau Toba yang diserahkan secara simbolis oleh GM BP Geopark Kaldera Toba, Azizul Kholis, kepada Menteri Ekraf.

​Suasana puncak penutupan berlangsung spektakuler saat 2.000 peserta choir serentak menyanyikan lagu daerah “O Tano Batak”. Gema suara massal tersebut dilanjutkan dengan pekikan yel-yel “From Toba to the World – Gema dari Toba” serta kemegahan pertunjukan kembang api di atas langit Danau Toba.

​Turut hadir dalam rombongan KemenEkraf di antaranya Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis Rian Firmansyah, Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media Hasbil Mustaqim Lubis, Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provsu Terang Dewi, serta Konsulat Kehormatan Korea Parlindungan Purba.

Share This Article