Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Premium, Wamen Ekraf Irene Umar Soroti Pentingnya ‘Storytelling’ di SCBD Park

Irlangga
3 Min Read
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengunjungi salah satu stan dalam acara The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta.(Foto: ekraf.go.id)

​MERCUSUARNEWS.CO – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, terus memperluas jangkauan pasar bagi produk kreatif lokal terkurasi melalui ajang The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta. Gelaran rutin awal bulan ini menjadi panggung strategis bagi para pelaku ekonomi kreatif daerah untuk menguji potensi pasar sekaligus memperkuat jejaring bisnis di kawasan komersial utama ibu kota.

​Dalam kunjungannya, Irene Umar menegaskan bahwa ketersediaan ruang fisik sangat krusial bagi para kreator lokal untuk memamerkan karya terbaik mereka. Menurutnya, ajang ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi komersial, melainkan ruang interaksi langsung yang membangun pemahaman publik terhadap proses kreatif di balik setiap produk.

​“Para pejuang ekonomi kreatif selalu membutuhkan sebuah panggung atau ruang untuk memperlihatkan karya dan produk kreatif yang sudah mereka kreasikan. Di The Local Market SCBD, setiap subsektor ekonomi kreatif bisa mendapat tempat untuk memperlihatkan ada apa saja di Indonesia,” ujar Irene dikutip dari laman ekraf.go.id, Senin (5/10/2026).

​Irene menambahkan bahwa kekuatan utama produk lokal terletak pada narasi dan nilai otentik pembuatannya. Interaksi tatap muka antara produsen dan konsumen dinilai efektif meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya asli Indonesia.

​“Setiap produk yang dibuat dari hati dan cinta kreator ke dalam produknya tentu punya storytelling. Sudah seharusnya kita terus mendukung produk-produk lokal asli Indonesia. Dengan demikian, semakin banyak produk lokal berkualitas yang memperoleh akses pasar dan dikenal lebih luas,” ungkapnya.

​Peluang ekspansi pasar ini dirasakan langsung oleh Mail Chen, pemilik usaha Meliponini Honey asal Belitung. Mengintegrasikan subsektor kuliner dan produk herbal berbasis budidaya lebah tanpa sengat, ia memanfaatkan ajang ini untuk mengenalkan keunggulan produk daerah ke pasar Jakarta.

​“Produk kami adalah madu dan propolis dari lebah yang tidak ada sengatnya. Kami punya budidaya sendiri di Belitung. Ini adalah lebah lokal Indonesia yang menghasilkan madu dan propolis,” kata Mail Chen.

​Keikutsertaan Meliponini Honey yang telah memasuki bulan ketiga ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Dijual pada rentang harga Rp115.000 hingga Rp450.000, stan ini turut menghadirkan sarang dan lebah hidup di lokasi acara sebagai sarana edukasi interaktif.

Mail Chen berharap kehadiran produk herbal alami lokal ini dapat menjadi pilihan utama keluarga Indonesia tanpa harus bergantung pada produk impor.

​Inisiatif The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan pertama setiap bulan, beroperasi mulai Sabtu pukul 07.00 WIB hingga Minggu pukul 21.00 WIB.

Selain menyuguhkan ragam produk belanja lokal, acara ini juga mengintegrasikan subsektor seni pertunjukan lewat sajian tarian daerah, gending karawitan, musik angklung, hingga pertunjukan wayang kulit.

Share This Article