MERCUSUARNEWS.CO – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah dalam mentransformasikan kekayaan intelektual (IP) dan talenta digital lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing global.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC).
Dikutip dari laman ekraf.go.id, Minggu (27/9/2026), Teuku Riefky menyampaikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh memerlukan fondasi pembiayaan yang inklusif serta penguasaan teknologi mutakhir. Sinergi antara talenta, industri, dan pemerintah menjadi kunci mendasar agar karya inovatif Indonesia mampu unjuk gigi di kancah internasional.
”Kegiatan ini mencerminkan bagaimana ketika talenta, industri, dan pemerintah bergerak bersama, inovasi akan menghadirkan dampak bagi Indonesia. Dari talenta, nantinya akan menghadirkan solusi nyata,” ujarnya.
Mendorong Delapan Strategi Rindekraf 2026–2029
Kehadiran Kementerian Ekraf dalam ajang ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) melalui Rencana Aksi 2026–2029. Terdapat delapan strategi pengembangan utama yang dipacu, yakni:
Riset dan pendidikan
Pendanaan dan pembiayaan
Penyediaan infrastruktur
Pemasaran produk kreatif
Pemberian insentif
Fasilitasi dan pelindungan Kekayaan Intelektual (KI)
“Melalui kolaborasi strategis di ajang ini, kami berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya insani kreatif yang cakap digital sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk inovatif tanah air agar dapat mandiri dan bisa mendunia,” tegas Menekraf.
Sinergi Merah-Putih dan Unjuk Gigi Inovasi AI
Ajang yang digelar kolaboratif oleh Bank Indonesia (BI), OJK, Kemenko Perekonomian, serta asosiasi industri ini turut diwarnai aksi Signature Moment berupa aktivasi Digital Partnership.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan pentingnya sinergi lintas otoritas untuk mengubah posisi Indonesia di peta digital dunia.
“Sinergi merah-putih dan kolaborasi lintas sektor yang inklusif merupakan kunci utama untuk mengubah Indonesia dari sekadar pengguna menjadi pencipta inovasi digital yang berdaya tahan,” tutur Destry.
Tak hanya gagasan strategis, ajang ini memamerkan solusi nyata hasil kurasi program PIDI Digdaya x Hackathon 2026. Kategori Profesional berhasil dimenangkan oleh startup ADAKARIR melalui inovasi AI Job Matching berbasis kompetensi. Sementara kategori mahasiswa disabet oleh startup EXPRESSO yang menghadirkan inovasi pemantauan deteksi anomali real-time via SNAP.
Jembatani Mahasiswa dan Industri Kreatif
Di area PIDI Talent Expo 2026, Kementerian Ekraf menghadirkan Digital Talent Training Camp serta booth interaktif yang menampilkan karya kreator lokal, mulai dari gim konsol hingga permainan kartu Sekata.
Pengalaman ini dirasakan langsung oleh Riyan Arya Syahputra, mahasiswa Teknologi Informasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang turut mencoba berbagai produk kreatif di lokasi.
”Mencoba game konsol mirip Mario dan permainan kartu Sekata di booth Ekraf ternyata cukup seru. Selain dapat pengalaman baru, saya juga jadi lebih tahu kreativitas dan karya yang ditampilkan,” ungkap Riyan.
Turut hadir mendampingi Menekraf dalam agenda tersebut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Menteri Dikti Saintek Brian Yuliarto, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi M. Neil El Himam, serta Direktur Kreativitas Teknologi Dandy Yudha Feryawan.
