MERCUSUARNEWS.CO – Ratusan pengunjung tampak memadati kawasan wisata Benowo Park di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Para wisatawan rela mengantre sejak pagi demi menikmati aneka jajanan tradisional dalam gelaran “Pasar Kamis Wage”, Kamis (24/9/2026).
Pasar yang beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB ini diselenggarakan secara berkala setiap satu bulan sekali. Sebanyak 30 pedagang menjajakan beragam makanan dan minuman khas tempo dulu di lapak-lapak yang disediakan oleh pihak pengelola.
Daya tarik utama pasar ini terletak pada sistem transaksinya yang terbilang unik. Pengunjung tidak dapat berbelanja menggunakan uang rupiah secara langsung, melainkan harus menukarkannya terlebih dahulu dengan klitik, yaitu koin khusus yang terbuat dari kayu. Setiap satu keping klitik memiliki nilai nominal setara Rp2.000.
Salah seorang pengunjung asal Comal, Tohir, mengaku sengaja datang bersama istrinya, Afni, untuk merasakan langsung pengalaman bertransaksi yang unik tersebut.
“Yang menarik sensasi jual belinya unik menggunakan kepingan koin dan jajannya juga tradisional. Saya tadi membeli jajan tradisional macam-macam getuk. Rasanya mantap,” ujar Tohir di lokasi.
Antusiasme pengunjung membawa keberkahan bagi para pedagang. Sri, salah satu pedagang di Pasar Kamis Wage, mengungkapkan bahwa lapaknya terus diserbu pembeli sejak pagi.
“Alhamdulillah ramai. Saya jualan bubur kacang hijau, biji salak, bubur mutiara, dan jenis makanan tradisional lainnya,” kata Sri.
Untuk memperkuat nuansa zaman dahulu, mayoritas pedagang mengenakan pakaian tradisional. Konsep klasik ini juga diterapkan dalam cara penyajian kuliner. Makanan disajikan menggunakan wadah tanah liat yang beralaskan daun pisang atau daun jati, sementara minuman disajikan dalam wadah berbahan kayu.
Kehadiran Pasar Kamis Wage kini tidak hanya menjadi magnet utama kawasan Benowo Park, tetapi juga menjadi ruang nostalgia bagi masyarakat untuk menikmati kuliner tradisional dengan suasana tempo dulu yang autentik.
