MERCUSUARNEWS.CO – Warga Cilacap perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca dalam beberapa pekan mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal.
Sebagian besar wilayah Cilacap diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November dasarian II hingga Desember dasarian I. Jika dibandingkan dengan periode normal, awal musim hujan tahun ini berpotensi mundur sekitar 20-30 hari.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Terutama saat wilayah Cilacap memasuki masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan.
“Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan mulai November dasarian II hingga Desember dasarian I. Jika dibandingkan dengan normalnya, terjadi kemunduran sekitar dua sampai lebih dari tiga dasarian,” kata Teguh, Kamis (1/10/2026).
Puncak Hujan Tak Bersamaan
BMKG juga memprakirakan puncak musim hujan di Cilacap terjadi pada waktu yang berbeda di setiap wilayah. Sejumlah kawasan diprediksi mencapai puncak hujan pada Januari 2027, sedangkan wilayah lainnya pada Februari 2027.
Teguh menyebut wilayah Cilacap bagian timur, tenggara, dan pesisir tenggara berpotensi mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027.
Sementara itu, Cilacap bagian selatan, tengah, timur laut, dan barat laut diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Februari 2027.
Secara umum, BMKG memprakirakan sifat musim hujan di Cilacap berada dalam kategori normal. Namun, wilayah Cilacap bagian timur berpotensi mengalami sifat musim hujan di bawah normal.
Adapun durasi musim hujan pada periode 2026/2027 diprakirakan berlangsung sekitar 12-17 dasarian. Durasi tersebut lebih singkat dibandingkan kondisi normal.
Pancaroba Mulai Pertengahan Oktober
Sebelum musim hujan tiba, Cilacap akan memasuki periode pancaroba. BMKG memperkirakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan berlangsung mulai pertengahan Oktober hingga November 2026.
Pada periode tersebut, masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Hujan deras dapat turun secara tiba-tiba dan berpotensi disertai petir serta angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan. Potensi hujan lebat disertai petir, angin kencang, maupun puting beliung perlu diantisipasi,” ujarnya.
Perubahan cuaca tersebut juga dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, maupun pohon tumbang perlu meningkatkan kesiapsiagaan.
Kondisi wilayah dengan kontur lereng juga perlu mendapat perhatian. Setelah menghadapi musim kemarau, tanah di sejumlah kawasan dataran tinggi relatif kering. Hujan deras dalam waktu singkat dapat meningkatkan potensi longsor, terutama pada wilayah dengan kemiringan lereng.
BMKG mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah antisipasi. Warga dapat membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta memastikan lingkungan rumah tidak memiliki titik yang rawan genangan.
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas, khususnya ketika kondisi atmosfer menunjukkan potensi cuaca ekstrem.Dengan prakiraan awal musim hujan yang mundur hingga sekitar satu bulan, warga Cilacap masih memiliki waktu untuk melakukan persiapan. Kesiapan lingkungan dan kewaspadaan masyarakat menjadi penting untuk menghadapi perubahan cuaca serta potensi bencana hidrometeorologi.
