RH Ajak Warga Jadi Duta Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan, Pahami dan Amalkan

Tahmid Musyafa
5 Min Read
Rofik Hananto bersama Bupati Banjarnegara ajak masyarakat amalkan Pancasila, tidak hanya sekadar hafal. (dok. Kominfo)

BANJARNEGARA – Penguatan ideologi Pancasila di Banjarnegara menjadi momentum mengajak masyarakat menerapkan nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI Rofik Hananto (RH), dan Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana dalam kegiatan Penguatan Gerakan Relawan Kebijakan Pancasila kepada Masyarakat yang digelar di Aula Hotel Central Banjarnegara.

Anggota DPR RI Rofik Hananto mengatakan, nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan di tengah perubahan zaman dan derasnya arus modernisasi. Karena itu, masyarakat Kabupaten Banjarnegara diajak tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan yang mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, anggota DPRD, peserta dari partai politik, serta berbagai unsur masyarakat. Inspektur Banjarnegara Agung Yusianto turut hadir sebagai salah satu narasumber.

Rofik Hananto: Nilai Pancasila Jangan Terkikis Zaman

Rofik Hananto menilai penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai yang telah menjadi karakter bangsa tidak semakin tergerus oleh perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Nilai seperti tepo seliro, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari kekayaan karakter bangsa yang harus tetap dipertahankan.

“Nilai-nilai yang sudah lahir menjadi watak bangsa ini, seperti tepo seliro dan gotong royong, jangan sampai pudar oleh perkembangan zaman. Pancasila adalah kristalisasi hasil perjuangan para pahlawan dan konsensus para founding fathers kita,” ujar Rofik.

Ia menekankan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang masyarakat menjadi kekuatan yang harus dirawat, bukan menjadi alasan untuk terpecah. Karena itu, lima sila Pancasila harus ditempatkan sebagai fondasi bersama dalam menjaga persatuan sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Warga Banjarnegara Didorong Jadi Duta Pancasila

Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengajak masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut untuk membawa nilai-nilai Pancasila keluar dari ruang diskusi dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, pemahaman terhadap ideologi negara akan memiliki makna apabila diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya berharap masyarakat yang mengikuti kegiatan penguatan ideologi Pancasila ini bisa menjadi Duta Pancasila di wilayahnya, serta memberikan semangat kepada masyarakat lain untuk menerapkan Pancasila dalam keseharian,” kata Amalia.

Dengan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, masyarakat diharapkan dapat ikut menularkan semangat persatuan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Bupati Ingatkan Pentingnya Kritik yang Santun

Dalam kesempatan tersebut, Amalia juga membagikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Ia mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, tetapi menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran dengan cara yang santun dan konstruktif.

Menurutnya, perkembangan media sosial memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi saling menghujat.

Ia berharap masyarakat dapat membangun budaya komunikasi yang sehat, termasuk ketika menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Kritik, menurutnya, tetap diperlukan sebagai bagian dari proses perbaikan pembangunan daerah. Namun, kritik akan lebih bermanfaat apabila disampaikan berdasarkan persoalan dan solusi, bukan sekadar caci maki.

Gotong Royong Jadi Modal Membangun Banjarnegara

Amalia menilai semangat gotong royong merupakan salah satu nilai Pancasila yang sangat relevan untuk diterapkan dalam pembangunan daerah. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi, dunia pendidikan, kelompok pemuda, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen lainnya.

Komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat juga dinilai menjadi salah satu kunci agar pembangunan Banjarnegara dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Seni Budaya Lokal Warnai Penguatan Ideologi Pancasila

Kegiatan penguatan Gerakan Relawan Kebijakan Pancasila tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi mengenai ideologi bangsa. Acara ini juga dimeriahkan dengan pementasan seni budaya lokal. Kehadiran kesenian daerah menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya sebagai salah satu identitas masyarakat.

Pelestarian budaya lokal dinilai sejalan dengan semangat Pancasila yang menghargai keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Banjarnegara diharapkan tidak hanya semakin memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Share This Article