7.990 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jateng XVII 2026, Bidik Bibit Menuju PON 2028

Akmil Musyafa
5 Min Read
Wagub Jateng yang juga ketua PB Porprov XVII 2026 Taj Yasin Maimoen menyebutkan bahwa Porprov Jateng XVII 2026 diikuti 7.990 atlet dari 35 kabupaten/kota. Ajang ini menjadi momentum pembinaan bibit atlet menuju PON 2028 dan prestasi internasional. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO –  Sebanyak 7.990 atlet dari 35 kabupaten/kota akan berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini tak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga diproyeksikan sebagai kawah untuk menemukan dan membina atlet potensial menuju level nasional hingga internasional.

Para atlet akan bertanding bersama 1.911 ofisial untuk memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang juga Ketua Panitia Besar Porprov XVII Jawa Tengah, mengatakan penyelenggaraan Porprov harus memiliki dampak jangka panjang terhadap pembinaan prestasi olahraga di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat membuka Chef de Mission Meeting Porprov XVII Jawa Tengah di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (2/10/2026).

Porprov Jateng Jadi Jalan Menuju PON 2028

Taj Yasin menegaskan, seluruh kabupaten/kota perlu memiliki visi yang sama dalam menyukseskan Porprov sekaligus membangun sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurut dia, atlet-atlet yang tampil di Porprov harus dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi untuk memperkuat prestasi olahraga Jawa Tengah dan Indonesia.

“Tujuan kita adalah menyatukan misi bahwa kita ingin sukses dalam agenda Porprov ke-17 dan juga sukses membina para atlet kita dari bibit-bibit atlet, sehingga ke depan kita bisa menambah medali untuk Indonesia,” ujar Taj Yasin.

Ia mencontohkan kontribusi atlet Jawa Tengah pada Asian Games 2026. Dari lima medali emas yang telah diraih Indonesia, dua di antaranya disumbangkan atlet asal Jawa Tengah. Selain itu, atlet Jateng juga menyumbangkan satu medali perak dari menembak serta dua perunggu dari wushu.

Prestasi tersebut, kata Taj Yasin, menjadi modal yang harus terus dikembangkan melalui pembinaan berjenjang.

“Ini yang harus terus kita pupuk,” katanya.

Porprov 2026 Jadi Ujian Menuju PON

Pembinaan atlet melalui Porprov juga diarahkan untuk menghadapi PON 2028. Taj Yasin berharap seluruh 35 kabupaten/kota dapat bergerak bersama dalam membangun ekosistem olahraga Jawa Tengah.

Kesuksesan Porprov XVII juga diharapkan memperkuat kesiapan Jawa Tengah apabila mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah PON pada masa mendatang.

“Goal-nya pada PON tahun 2028. Kita berharap ketika sukses dalam perhelatan ini, kita bisa dilirik menjadi tuan rumah PON berikutnya,” ujarnya.

Selain prestasi olahraga, penyelenggaraan Porprov di wilayah Semarang Raya juga diharapkan memberi dampak ekonomi. Mobilitas ribuan atlet, ofisial, suporter, dan masyarakat selama pertandingan diproyeksikan menggerakkan sektor transportasi, kuliner, penginapan, dan usaha masyarakat.

Taj Yasin mengajak masyarakat ikut meramaikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada para atlet.

“Saya mengajak bukan hanya masyarakat olahraga saja, tetapi seluruh elemen masyarakat, khususnya yang ada di Semarang Raya. Yuk, kita ramaikan dan kita sukseskan bersama,” katanya.

Chef de Mission Punya Peran Penting

Dalam Chef de Mission Meeting, Taj Yasin juga menekankan peran penting pimpinan kontingen masing-masing daerah.

Chef de Mission (CdM) tidak hanya bertugas memastikan kebutuhan teknis kontingen terpenuhi, tetapi juga menjadi penghubung antara atlet dan panitia selama pertandingan berlangsung.

Kebutuhan yang harus dikawal mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi hingga berbagai kebutuhan pertandingan.

Menurut Taj Yasin, aspek mental atlet juga perlu mendapat perhatian. CdM diharapkan mampu memberikan motivasi ketika atlet menghadapi tekanan selama kompetisi.

“Ketika mental mereka turun, kita sekaligus menjadi motivator untuk para atlet. Ini yang harus kita bantu dan kita tekankan pada acara kali ini,” ujarnya.

Kesiapan Porprov Dibahas Bersama

Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan Chef de Mission Meeting menjadi forum untuk menyamakan persepsi seluruh kontingen dan penyelenggara.

Sejumlah aspek teknis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari venue pertandingan, akomodasi, konsumsi, transportasi, keamanan, kesehatan, perangkat pertandingan hingga pelayanan peserta.

“Kami berharap seluruh peserta, khususnya Chef de Mission kontingen kabupaten/kota, memperoleh gambaran yang jelas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Porprov,” kata Sudjarwanto.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan mulai mempertandingkan sejumlah cabang olahraga pada 20 Oktober 2026. Pembukaan resmi dijadwalkan 25 Oktober, sedangkan seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan rampung pada 30 Oktober 2026.

Share This Article